×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Komunitas SABER Buka Ruang Belajar Inklusif untuk Wujudkan Generasi Berdaya di Pacitan

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T03:12:48Z
>

 

Jemi Darmawan, S.Sos., owner Lembaga Sosial Omah Balam menyampaikan visi/misi komunitas SABER (23/5/26) Foto:Yuda/Pacitansatu.com








Pacitansatu.com -Komunitas Sahabat Belajar (SABER) memperkuat gerakan pendidikan berbasis masyarakat melalui berbagai program belajar gratis, literasi, pembinaan karakter, hingga pelatihan sosial yang menyasar anak-anak, remaja, dan masyarakat umum di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gerakan tersebut diperkenalkan melalui peluncuran profil komunitas dan program edukatif yang melibatkan relawan, pemuda, akademisi, serta tokoh masyarakat.


Komunitas yang mengusung slogan “Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, Mengabdi untuk Sesama” itu hadir sebagai ruang belajar inklusif dan kolaboratif bagi masyarakat. SABER menempatkan pendidikan nonformal sebagai salah satu upaya memperluas akses pembelajaran sekaligus membangun karakter sosial di lingkungan masyarakat.


Dalam brosur resminya, SABER menjelaskan bahwa komunitas tersebut dibangun dengan semangat “Belajar, Berbagi, Berkembang, dan Berdampak”. Nilai utama itu diterjemahkan melalui berbagai kegiatan pendidikan gratis, penguatan literasi, pengembangan keterampilan, serta aksi sosial berbasis kerelawanan.


Founder Komunitas SABER, Jemi Darmawan, mengatakan komunitas tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya pemerataan akses pendidikan dan penguatan budaya belajar di masyarakat. Menurut dia, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.


“Komunitas SABER hadir sebagai ruang bersama untuk saling belajar dan berbagi. Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak dan generasi muda agar terus berkembang serta memiliki kepedulian sosial,” kata Jemi Darmawan dalam keterangan yang disampaikan melalui materi profil komunitas.


SABER memiliki visi mewujudkan masyarakat yang cerdas, berdaya, berkarakter, dan peduli melalui budaya belajar sepanjang hayat. Untuk mencapai tujuan tersebut, komunitas ini menjalankan sejumlah misi, mulai dari menyediakan ruang belajar kreatif hingga membangun kolaborasi dengan sekolah, relawan, dan pemuda desa.


Program pendidikan menjadi salah satu fokus utama komunitas tersebut. Dalam program “Kelas Belajar Gratis”, SABER menyediakan bimbingan belajar, pendampingan tugas sekolah, kelas membaca dan berhitung, pelatihan bahasa Inggris dasar, hingga pengenalan komputer dasar bagi peserta didik.


Selain itu, SABER juga mengembangkan “Rumah Literasi” yang berisi pojok baca masyarakat, gerakan donasi buku, kegiatan mendongeng anak, dan literasi digital. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kemampuan literasi masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.


Di bidang pengembangan keterampilan, komunitas itu menghadirkan “Kelas Kreatif” yang mencakup pelatihan public speaking, seni dan keterampilan, desain grafis dasar, pembuatan konten edukatif, hingga kewirausahaan muda. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengembangkan kemampuan praktis dan kreativitas mereka.


Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, SABER juga menjalankan program pembinaan karakter dan sosial melalui kegiatan Sahabat Mengaji. Program itu meliputi pembelajaran mengaji, kajian akhlak, pendidikan adab, dan penguatan kepemimpinan bagi anak serta remaja.


Pada sektor sosial, komunitas tersebut turut mengadakan bakti sosial pendidikan berupa donasi alat tulis, santunan pendidikan, dan gerakan sekolah peduli. Sementara melalui program Relawan Mengajar, para relawan diterjunkan untuk memberikan pembelajaran dan motivasi pendidikan di desa maupun wilayah yang membutuhkan pendampingan belajar.


Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan periode 2020–2025 yang kembali terpilih untuk masa bakti 2025–2030, Mulyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan pendidikan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.


“Kolaborasi antara komunitas, pemuda, akademisi, dan masyarakat menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Gerakan seperti SABER dapat menjadi ruang positif bagi tumbuhnya budaya belajar dan kepedulian sosial,” ujar Mulyadi yang juga dosen tetap STKIP PGRI Pacitan dan kandidat doktor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).


Selain menyasar anak dan remaja, SABER turut menjalankan pelatihan untuk orang tua dan pemuda. Materi yang diberikan mencakup parenting pendidikan, pendampingan anak belajar di rumah, literasi digital keluarga, pelatihan kepemimpinan, organisasi, komunikasi, hingga pembinaan relawan sosial.


Komunitas tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas sosial, perguruan tinggi, serta program pengabdian masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk memperluas dampak gerakan pendidikan berbasis masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong dalam dunia pendidikan.


Melalui ajakan “Saatnya Bergerak, Saatnya Berdampak”, SABER membuka kesempatan bagi relawan pendidikan, mahasiswa, guru, pemuda desa, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan komunitas. Komunitas ini berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dapat membantu menciptakan generasi yang lebih berdaya, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. (Rds)

×
Berita Terbaru Update