×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Wisuda Ke-66 Muhisa Ngadirojo, 23 Siswa Tempuh Kelulusan dengan Camping Pendidikan di Pringkuku

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T04:07:44Z
>

 

Wisuda ke 66 SMP Muhammadiyah 1 Ngadirojo di Pondok Kranji Pringkuku 22-23/5/26. Doc. Arham/Pacitansatu.com









Pacitansatu.com -SMP Muhammadiyah 1 Ngadirojo atau yang dikenal dengan sebutan Muhisa menggelar wisuda ke-66 bagi 23 siswa-siswi tahun ajaran 2025/2026 di kawasan Pondok Kranji, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 22-23 Mei 2026. Kegiatan yang dipadukan dengan agenda camping pendidikan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman bagi para lulusan kader Muhammadiyah Ngadirojo.


Prosesi wisuda diikuti seluruh siswa kelas akhir bersama dewan guru, panitia, serta keluarga siswa. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan dengan mengusung semangat penuntut ilmu, doa, dan harapan menuju masa depan generasi muda Muhammadiyah.


Kepala SMP Muhammadiyah 1 Ngadirojo, Arham Hikmawan, menyampaikan bahwa wisuda tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum refleksi perjalanan pendidikan para siswa selama menempuh proses belajar di sekolah berbasis Islam tersebut.


“Wisuda ini bukan sekadar perayaan kelulusan, tetapi menjadi titik awal perjuangan anak-anak dalam melanjutkan pendidikan dan mengamalkan nilai-nilai keislaman serta karakter Muhammadiyah di tengah masyarakat,” ujar Arham Hikmawan dalam sambutannya.


Arham yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pacitan periode 2025-2029 menegaskan pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.


Kegiatan wisuda dan camping tersebut dipusatkan di Pondok Kranji Pringkuku dengan konsep kebersamaan alam terbuka. Selain prosesi kelulusan, siswa juga mengikuti sejumlah agenda pembinaan, doa bersama, refleksi pendidikan, serta penguatan mental dan spiritual.


Ketua panitia wisuda, Titi, mengatakan konsep kegiatan sengaja dirancang berbeda agar siswa memperoleh pengalaman yang berkesan menjelang kelulusan. Panitia ingin menghadirkan suasana yang tidak hanya formal, tetapi juga membangun kedekatan emosional antar siswa dan guru.


“Kami ingin anak-anak membawa kenangan baik dari sekolah ini. Melalui kegiatan camping dan wisuda bersama, mereka belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dijalani,” kata Titi.


Sebanyak 23 siswa-siswi yang diwisuda disebut telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan sesuai ketentuan sekolah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keluarga di wilayah Ngadirojo dan sekitarnya yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lingkungan Muhammadiyah.


Salah satu siswi, Jihan, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama bersama teman-temannya. Ia menilai pengalaman belajar di Muhisa memberikan banyak pelajaran tentang disiplin, agama, dan persaudaraan.


“Selama belajar di sini kami tidak hanya diajarkan pelajaran sekolah, tetapi juga bagaimana menghormati guru, menjaga ibadah, dan saling membantu sesama teman,” ujar Jihan.


Hal senada disampaikan Raihan, salah seorang siswa peserta wisuda. Ia berharap seluruh lulusan tetap menjaga nama baik sekolah dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


“Kami ingin menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan organisasi Muhammadiyah. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal masa depan,” kata Raihan.


Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari sejak 22 Mei hingga 23 Mei 2026. Para peserta mengikuti agenda malam renungan, doa bersama, hingga kegiatan kebersamaan di area perkemahan yang berada di kawasan Pringkuku.


Pihak sekolah menilai konsep wisuda yang dipadukan dengan kegiatan alam terbuka mampu memperkuat nilai kebersamaan dan membangun mental siswa sebelum memasuki fase pendidikan berikutnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran non formal yang menanamkan tanggung jawab dan kerja sama.


SMP Muhammadiyah 1 Ngadirojo selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta berbasis Islam di Kabupaten Pacitan yang berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Sekolah tersebut terus mendorong penguatan pendidikan agama, karakter, dan pengembangan akademik siswa.


Momentum wisuda ke-66 ini sekaligus menjadi simbol perjalanan panjang sekolah dalam mencetak kader-kader muda Muhammadiyah di wilayah Ngadirojo. Dengan tema penuntut ilmu, doa, dan harapan masa depan, sekolah berharap para lulusan mampu melanjutkan perjuangan pendidikan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Rds)

×
Berita Terbaru Update