Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Pacitan: 70 Peserta Digembleng Teknik Esai hingga Siap Dibukukan

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T12:35:55Z
>

 

Foto bersama setelah mengikuti bimtek hari ke -2 (23/4/26)






Pacitansatu.com -Kamis, 23 April 2026, menjadi momentum penting bagi upaya pelestarian budaya lokal di Kabupaten Pacitan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, dengan fokus utama pada penguatan teknik penulisan esai sebagai media ekspresi sekaligus dokumentasi kearifan daerah.

Kegiatan yang memasuki hari kedua ini menghadirkan pemateri Saptanto Hari Wibawa yang membawakan materi teknik penulisan esai, artikel ilmiah populer, serta strategi peningkatan kualitas naskah agar layak publikasi dan memiliki nilai literasi yang kuat.

Bimtek tersebut merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang dirancang untuk mengangkat potensi budaya lokal Pacitan agar tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga terdokumentasi secara tertulis melalui karya yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebanyak 70 peserta yang telah lolos seleksi mengikuti kegiatan ini dengan antusias, terdiri dari berbagai latar belakang yang memiliki minat besar dalam dunia kepenulisan serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

Dalam sesi pemaparan materi, Saptanto Hari Wibawa menegaskan bahwa esai bukan sekadar tulisan naratif, melainkan medium reflektif yang mampu menghubungkan pengalaman personal dengan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan sebuah esai terletak pada kedalaman sudut pandang penulis dalam menginterpretasikan fenomena budaya, sehingga diperlukan kepekaan sosial, ketajaman analisis, dan kemampuan merangkai argumen yang logis serta runtut.

“Menulis esai berbasis budaya lokal bukan hanya soal menceritakan tradisi, tetapi bagaimana penulis mampu memaknai dan mengontekstualisasikan nilai tersebut dalam kehidupan kekinian,” ujar Saptanto dalam sesi penyampaian materi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa budaya lokal memiliki kekayaan narasi yang belum sepenuhnya tergali, sehingga peran penulis menjadi penting sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan melalui karya yang autentik.

Secara keseluruhan, Bimtek kepenulisan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan kegiatan yang saling terintegrasi untuk membentuk kompetensi peserta secara bertahap dan komprehensif.

Tahap pertama digelar pada Selasa, 21 April 2026 dengan materi gaya selingkung dan proses penerbitan naskah yang disampaikan oleh Frend Mashudi, memberikan pemahaman dasar mengenai standar penulisan dan mekanisme publikasi karya.

Tahap kedua dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 dengan fokus pada teknik penulisan esai, artikel ilmiah populer, serta peningkatan kualitas naskah yang dibawakan oleh Saptanto Hari Wibawa sebagai penguatan keterampilan praktis peserta.

Sementara itu, tahap ketiga dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 dengan materi pengantar objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya Pacitan yang akan disampaikan oleh Agoes Hendriyanto, guna memperluas wawasan peserta terkait substansi budaya lokal yang dapat diangkat dalam tulisan.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga memberikan dukungan nyata kepada peserta, di antaranya berupa uang transport serta sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, hasil karya peserta yang terpilih akan dibukukan dan diterbitkan dalam buku antologi bertema konten budaya lokal, sehingga memberikan ruang aktualisasi sekaligus kontribusi nyata dalam pelestarian budaya Pacitan.

Program ini diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap pentingnya menjaga identitas budaya melalui tulisan yang berkualitas.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teori, praktik, dan publikasi, Bimtek kepenulisan berbasis budaya lokal ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi yang berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. (Riska putri khoirunisa)

×
Berita Terbaru Update