Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Orang Tua Kian Selektif, Sekolah Swasta Dinilai Mampu Jawab Kebutuhan Pendidikan Holistik

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T11:18:38Z
>

 

Pendidikan holistik di kelas kreatif 







Pacitansatu.com (22/4/26), -Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta menunjukkan adanya perubahan cara pandang orang tua dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak. Pendidikan tidak lagi dipahami sekadar pencapaian akademik, melainkan mencakup pembentukan karakter, kenyamanan belajar, hingga kesiapan menghadapi masa depan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Aris Sudiyanto, Wakil Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Lampung, dalam tulisannya berjudul “Pendidikan bukan sekadar akademik, sekolah swasta menjawabnya”. Ia menilai pergeseran ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran orang tua terhadap kualitas pendidikan yang lebih menyeluruh.

Menurut Aris, orang tua kini tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik semata, tetapi juga memperhatikan aspek karakter, kualitas pembelajaran, serta fasilitas pendukung yang dimiliki sekolah. Hal ini mendorong sekolah swasta, khususnya berbasis keagamaan, menjadi pilihan yang semakin diminati.

“Orang tua tidak lagi semata mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, kenyamanan belajar, kualitas pembelajaran, serta dukungan sarana prasarana yang memadai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang memperkuat daya tarik sekolah swasta adalah fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum. Sekolah swasta dinilai lebih leluasa mengintegrasikan berbagai pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Dalam praktiknya, mata pelajaran seperti fiqih, aqidah, dan akhlak tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian inti dalam sistem pembelajaran. Pendekatan ini dinilai mampu membentuk karakter peserta didik secara lebih utuh.

“Penanaman nilai religius dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat,” kata Aris.

Selain itu, sejumlah sekolah swasta juga mengadopsi kurikulum internasional yang menekankan pengembangan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan.

Kombinasi antara kurikulum religius dan pendekatan internasional tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan. Peserta didik tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Faktor lain yang turut memengaruhi pilihan orang tua adalah ketersediaan fasilitas yang memadai. Lingkungan sekolah yang bersih, ruang kelas nyaman, serta dukungan sarana seperti laboratorium dan perpustakaan menjadi pertimbangan penting.

Aris menilai kenyamanan belajar tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga suasana yang kondusif dan aman bagi perkembangan psikologis peserta didik. Hal ini berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran yang optimal.

Dari sisi kualitas pembelajaran, sekolah swasta dinilai memiliki keunggulan dalam manajemen yang lebih adaptif. Sistem evaluasi yang berkelanjutan mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.

“Guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Meski demikian, Aris menegaskan bahwa sekolah negeri tetap memiliki potensi besar untuk bersaing. Banyak sekolah negeri yang telah menunjukkan kualitas unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengoptimalkan potensi tersebut secara merata, terutama dalam penguatan pendidikan karakter, peningkatan kenyamanan belajar, serta pengelolaan sarana prasarana.

Ia menilai kecenderungan orang tua memilih sekolah swasta bukanlah bentuk menurunnya kepercayaan terhadap sekolah negeri, melainkan refleksi dari meningkatnya ekspektasi terhadap kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Dan pada kesimpulannya, Aris menekankan bahwa pendidikan ideal adalah yang mampu memadukan aspek akademik, karakter, kenyamanan, serta dukungan fasilitas. Baik sekolah negeri maupun swasta memiliki peluang yang sama untuk mewujudkannya.

“Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan manusia yang berakhlak, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (af)
×
Berita Terbaru Update