Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Langkah Bagus Nurcahyadi Saputro Menggerakkan Warga Donorojo Lewat Sorgum, Sampah Terpilah, dan Pelatihan Kerja

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T05:22:03Z
>

 

Kantor Kecamatan Donorojo Jln. Taruna no. 17 Donorojo Kabupaten Pacitan Jawa Timur.


Pacitansatu.com (19/4/26), -Pemerintah Kecamatan Donorojo mengintegrasikan tiga kebijakan strategis melalui penerbitan sejumlah surat edaran pada April 2026 yang mencakup program budidaya sorgum, edukasi sampah terpilah, serta pelatihan kerja dan sertifikasi profesi sebagai langkah terpadu dalam memperkuat ketahanan pangan, lingkungan, dan kualitas sumber daya manusia.

Ketiga kebijakan tersebut masing-masing tertuang dalam Surat Edaran Nomor 500.1.6/144/408.61/2026 tentang Budidaya Sorgum, Nomor 600.4/173/408.61/2026 tentang Edukasi Sampah Terpilah, serta Nomor 500.15.3.3/174/408.61/2026 tentang Pelatihan Kerja dan Sertifikasi Profesi yang diterbitkan secara berurutan pada 6, 16, dan 17 April 2026.

Langkah ini diperkuat melalui rapat sosialisasi yang digelar di Pendopo Kecamatan Donorojo pada 14 April 2026 dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari perangkat desa, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, kelompok tani, hingga pelaku UMKM dan masyarakat umum.

Camat Donorojo, Bagus Nurcahyadi Saputro, menegaskan bahwa ketiga program tersebut dirancang sebagai satu kesatuan kebijakan yang saling terhubung dan berorientasi pada pembangunan berbasis potensi lokal serta kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

“Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling menguatkan antara sektor pangan, lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bagus dalam keterangannya.

Pada sektor ketahanan pangan, pemerintah kecamatan mendorong budidaya tanaman sorgum sebagai alternatif komoditas unggulan yang dinilai sesuai dengan karakteristik wilayah Donorojo yang cenderung kering dan memiliki ketahanan terhadap perubahan musim.

Tanaman sorgum yang dikenal masyarakat sebagai cantel atau tebon tersebut diarahkan tidak hanya sebagai cadangan pangan, tetapi juga sebagai sumber pakan dan energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Implementasi program ini dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, di mana setiap Kepala Somah diwajibkan menanam minimal 100 gram benih, sementara lembaga pendidikan dan instansi lintas sektor masing-masing menanam minimal 200 gram benih.

Selain itu, kelompok tani, penerima bantuan sosial, serta kelompok perempuan juga dilibatkan secara aktif dalam penanaman sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah kecamatan juga menguatkan sektor lingkungan melalui program edukasi sampah terpilah yang menyasar lembaga pendidikan sebagai pusat pembentukan karakter hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Melalui program ini, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai titik transit pengelolaan sampah terpilah yang melibatkan siswa, guru, serta keluarga dalam praktik nyata pemilahan sampah dari sumbernya.

Program tersebut didukung dengan sistem tata kelola yang melibatkan komite sekolah dan pengelola sampah, sehingga hasil pemilahan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pemenuhan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, pada sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah kecamatan menghadirkan program pelatihan kerja dan sertifikasi profesi guna menjawab kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki legalitas keahlian sesuai standar yang ditetapkan.

Program ini mencakup penyediaan pelatihan oleh lembaga pelatihan kerja, fasilitasi sertifikasi profesi, hingga penyaluran tenaga kerja ke berbagai sektor, baik lokal, nasional, maupun internasional, termasuk sektor jasa dan pariwisata.

Pemerintah kecamatan juga mendorong keterlibatan pemerintah desa dalam menyosialisasikan program tersebut serta mengidentifikasi potensi tenaga kerja yang dapat dikembangkan melalui pelatihan dan sertifikasi.

Sinergi antara ketiga program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pangan, pembentukan karakter peduli lingkungan, hingga peningkatan daya saing tenaga kerja.

“Melalui kolaborasi semua pihak, kami optimistis Donorojo dapat menjadi kawasan yang mandiri secara pangan, bersih lingkungannya, serta memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tambah Bagus.

Pemerintah kecamatan memastikan bahwa seluruh program akan dipantau secara berjenjang oleh perangkat terkait, termasuk penyuluh pertanian dan pengawas pendidikan, guna menjamin pelaksanaan berjalan sesuai dengan target dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan pendekatan yang komprehensif tersebut, Kecamatan Donorojo diharapkan mampu menjadi model pembangunan terpadu berbasis lokal yang tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan bagi masa depan masyarakat. (af)


×
Berita Terbaru Update