>
![]() |
| SDN 4 Candi melaksanakan TKA Gelombang 3 (28/4/26). |
Pacitansatu.com -Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer atau computer-based test (CBT) di SD Negeri 4 Candi berlangsung terpusat di ruang kelas VI dengan sistem dua sesi setiap hari. Ujian dimulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB sebagai bagian dari kebijakan nasional tahun ajaran 2025/2026.
Pelaksanaan TKA ini menjadi perhatian utama karena berfungsi sebagai instrumen penting dalam mengukur kompetensi dasar siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi. Dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika pada hari pertama dan Bahasa Indonesia pada hari kedua, merepresentasikan fokus utama asesmen nasional. Setiap sesi TKA diberikan waktu total 105 menit dengan rincian 10 menit untuk latihan soal, 75 menit pengerjaan soal utama sesuai mata pelajaran, serta 20 menit untuk pengisian survei karakter. Skema ini dirancang untuk tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga aspek kepribadian siswa. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri 4 Candi, Nurul Hadi Mustofa, M.Pd., dalam arahannya saat membuka sesi pertama, menekankan pentingnya keseriusan siswa dalam mengikuti ujian. Ia mengingatkan agar siswa tidak meremehkan soal meskipun berbentuk pilihan ganda. “Kerjakan dengan sungguh-sungguh, awali dengan berwudhu agar mendapat petunjuk dalam menjawab soal, dan jangan menganggap remeh setiap pertanyaan,” ujar Nurul Hadi Mustofa dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2025/2026. Hasil dari TKA nantinya memiliki berbagai fungsi strategis. Menurutnya, hasil TKA akan digunakan sebagai data diagnostik bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sebagai rapor mutu bagi pemerintah daerah, serta menjadi referensi objektif dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP. Dari sisi persiapan, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesiapan siswa. Wali kelas VI, Dedi Deprido, S.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif sebelum pelaksanaan TKA. “Kami telah mengadakan pembinaan, pengayaan materi di kelas, serta kegiatan tryout dan gladi bersih agar siswa lebih siap menghadapi ujian,” ungkap Dedi. Pendampingan tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri siswa. Salah satu peserta, Briyan, mengaku lebih siap dalam menghadapi ujian dibandingkan saat tryout sebelumnya. “Rasanya lebih mudah dibandingkan saat tryout. Ini semua berkat dukungan orang tua, guru, dan latihan rutin yang sangat membantu,” ujar Briyan. Pelaksanaan TKA di SD Negeri 4 Candi juga mendapat perhatian dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pringkuku. Sejumlah pejabat hadir untuk memantau langsung jalannya ujian. Di antaranya Camat Pringkuku Widhi Kusumaningtyas, S.Sos., M.Si., Danramil Kecamatan Pringkuku Gino, Bhabinkamtibmas Desa Candi Joko P., serta pengawas Korwil Kecamatan Pringkuku Asmuri, M.Pd., dan Fatma Swa Agni, M.Pd. Kehadiran unsur Forkopimcam ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan asesmen pendidikan yang berkualitas dan akuntabel di tingkat sekolah dasar. Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA berlangsung tertib dan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Sistem CBT yang digunakan juga membantu meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam pelaksanaan ujian. Melalui pelaksanaan TKA yang terstruktur dan terencana ini, SD Negeri 4 Candi menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ke depan, hasil TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur semata, tetapi juga menjadi pijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, baik di tingkat sekolah maupun daerah. (Rds). |



