>
![]() |
| Duta Kata Pelajaran Indonesia sosialisasi budaya literasi di SMP MBS Pringkuku 22/5/26. Foto;Hadi/Pacitansatu.com |
Pacitansatu.com — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Duta Kata Pelajaran Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi budaya literasi bersama seluruh siswa SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan para pelajar sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta kesadaran literasi generasi muda di era digital. Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan dua Duta Kata Pelajaran Indonesia dari SMA Muhammadiyah Pacitan, yakni Tri Hana Sari dan Wahdana Wika Fernanda. Keduanya memberikan materi tentang pentingnya budaya literasi dalam kehidupan pelajar, baik dalam kegiatan akademik maupun pengembangan karakter. Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku, Hadi Sovi'in, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan budaya membaca dan berpikir kritis kepada siswa sejak dini. Menurutnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi waktu yang tepat untuk mengajak generasi muda memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui literasi. “Literasi bukan hanya kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan membangun karakter positif di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini,” ujar Hadi Sovi'in dalam sambutannya. Ia menambahkan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi secara berkelanjutan. Karena itu, pihak sekolah menyambut baik kolaborasi bersama Duta Kata Pelajaran Indonesia sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya membaca, menulis, serta memanfaatkan media digital secara bijak. Materi juga disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan motivasi kepada siswa agar lebih aktif mengembangkan kemampuan literasi di lingkungan sekolah maupun di rumah. Tri Hana Sari mengatakan budaya literasi perlu dibangun secara konsisten agar generasi muda mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi salah satu modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing pelajar. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak teman-teman pelajar untuk lebih mencintai membaca, berani menulis, serta mampu menyaring informasi dengan baik di tengah derasnya arus media sosial,” kata Tri Hana Sari. Sementara itu, Wahdana Wika Fernanda menilai literasi memiliki peran penting dalam membangun pola pikir kreatif dan inovatif di kalangan pelajar. Ia mengajak siswa untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari yang dapat membuka wawasan lebih luas. Menurut Wahdana, perkembangan teknologi digital saat ini harus diimbangi dengan kemampuan memahami informasi secara tepat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, literasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Sejumlah peserta terlihat aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait cara meningkatkan minat baca serta membangun kebiasaan menulis di lingkungan sekolah. Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan budaya literasi di kalangan siswa. Selain itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan di sekolah. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional sendiri dipandang sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, pendidikan, dan kemajuan bangsa. Dalam konteks pendidikan, literasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berdaya saing dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Budaya literasi saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan di berbagai sekolah, termasuk melalui kegiatan membaca bersama, pelatihan menulis, hingga pemanfaatan teknologi digital secara edukatif. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku berharap para siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis sebagai bagian dari proses belajar. Sekolah juga berkomitmen mendukung berbagai program edukatif yang mendorong peningkatan kualitas literasi pelajar. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara pihak sekolah, Duta Kata Pelajaran Indonesia, dan seluruh siswa peserta kegiatan. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari semangat kebangkitan nasional. (Rds) |



