Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Mulyadi ke Gen Z Pacitan: Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan!

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T10:41:33Z
>

 

Podcast SMK PGRI Donorojo menghadirkan narasumber Mulyadi, M.Pd., 23/5/26. Doc. Tresna/Pacitansatu.com






Pacitansatu.com -Podcast yang digelar SMK PGRI Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (23/5/2026), menghadirkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Mulyadi, sebagai narasumber utama dalam pembahasan bertajuk “Perjalanan Perjuangan Mulyadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Motivasi Pemuda dan Generasi Z”. Kegiatan tersebut dipandu oleh pembawa acara Devi Cahyo Saputro.


Dalam podcast tersebut, Mulyadi membagikan perjalanan hidup, pengalaman organisasi, hingga pandangannya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, melainkan harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.


Mulyadi dikenal sebagai akademisi sekaligus aktivis kepemudaan di Pacitan. Selain menjabat Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, ia juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Matematika di STKIP PGRI Pacitan dan saat ini berstatus kandidat doktor di Universitas Negeri Yogyakarta.


Dalam paparannya, Mulyadi menyampaikan bahwa perjalanan pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun pola kepemimpinan yang berbasis ilmu pengetahuan dan pengabdian sosial. Ia mengawali pendidikan sarjana di STKIP PGRI Pacitan, kemudian melanjutkan program magister di Universitas Sebelas Maret sebelum menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Yogyakarta.


“Pemuda hari ini harus berani belajar, bergerak, dan berkontribusi. Jangan hanya menunggu peluang datang, tetapi ciptakan peluang melalui kreativitas dan kolaborasi,” ujar Mulyadi dalam sesi dialog podcast tersebut.


Ia menjelaskan bahwa Karang Taruna Pacitan selama beberapa tahun terakhir berupaya bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, organisasi tersebut tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga bergerak dalam aksi sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan kemanusiaan di tingkat desa maupun kabupaten.


Di bawah kepemimpinannya, Karang Taruna Kabupaten Pacitan disebut aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai program pembangunan daerah. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penguatan solidaritas sosial dan pengembangan potensi ekonomi kreatif pemuda berbasis teknologi digital.


Mulyadi juga menyoroti tantangan yang dihadapi Generasi Z di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Ia menilai generasi muda perlu memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi agar mampu bersaing secara sehat tanpa kehilangan nilai kebersamaan.


“Generasi Z memiliki akses informasi yang luas. Namun, yang paling penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk hal produktif, membangun usaha, meningkatkan keterampilan, dan membantu masyarakat,” katanya.


Selain aktif di organisasi kepemudaan, Mulyadi juga dikenal memiliki kiprah di bidang kewirausahaan. Ia terlibat dalam pengembangan perusahaan berbasis teknologi melalui PT Decaaindo Surya Persada yang bergerak pada layanan pengembangan perangkat lunak, jaringan teknologi, pelatihan digital, hingga pengembangan robotika.


Perusahaan tersebut disebut pernah berkolaborasi dengan PLN Nusantara Power dalam pengembangan alat mitigasi bencana berbasis teknologi di kawasan wisata Sungai Maron, Pacitan. Menurut Mulyadi, inovasi teknologi perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda daerah.


Selain sektor teknologi, Mulyadi juga terlibat dalam pengembangan usaha distribusi melalui PT Pawit Mulya Distribusi. Usaha tersebut bergerak pada bidang perdagangan dan distribusi kebutuhan masyarakat serta dinilai membuka kesempatan kerja bagi anak muda lokal untuk mempelajari manajemen distribusi modern.


Dalam kesempatan itu, Mulyadi turut mengajak pemuda Pacitan untuk memperkuat budaya kolaborasi dibandingkan persaingan yang tidak sehat. Ia menilai kemajuan daerah akan lebih cepat tercapai apabila generasi muda mampu membangun jejaring dan bekerja bersama lintas komunitas maupun organisasi.


Pembawa acara podcast, Devi Cahyo Saputro, menyebut kehadiran Mulyadi memberikan motivasi positif bagi pelajar SMK dan generasi muda di Pacitan. Menurutnya, pengalaman Mulyadi menunjukkan bahwa pemuda daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di bidang akademik, organisasi, maupun kewirausahaan apabila memiliki semangat belajar dan konsistensi dalam berkarya.


Podcast SMK PGRI Donorojo tersebut menjadi ruang diskusi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan gerakan kepemudaan. Melalui dialog itu, diharapkan memperoleh wawasan mengenai pentingnya pendidikan, kepemimpinan, dan semangat pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pacitan. (Rds)


×
Berita Terbaru Update