Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Tes Lari, Kebugaran Siswa Terpetakan

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T03:36:44Z
>

 

Muhammad Firman A. salah satu siswa yang semangat lari ....8/9/26. Foto/doc.smp/mbspringkuku











Pacitansatu.com – Sebanyak 29 dari 36 siswa SMP MBS Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur, tercatat berada dalam kategori sangat baik pada Tes Kebugaran Jasmani melalui lari 2 kilometer yang digelar Selasa (8/9/2026). Hasil tersebut diperoleh setelah waktu tempuh siswa dibandingkan dengan kriteria penilaian yang digunakan sekolah.

Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan total 36 peserta. Tes dipandu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Dwi Hadi Saputro, S.Pd., dengan waktu pemberangkatan seluruh peserta tercatat mulai pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan daftar hasil tes, sebanyak 35 peserta memiliki catatan waktu tempuh. Satu peserta kelas VIII belum memiliki catatan waktu sehingga tidak dapat dimasukkan dalam pengelompokan nilai.

Kriteria penilaian menetapkan waktu tempuh kurang dari 8 menit 30 detik sebagai kategori sangat baik dengan nilai 5. Waktu 8 menit 31 detik hingga 9 menit 30 detik masuk kategori baik dengan nilai 4.

Selanjutnya, waktu 9 menit 31 detik hingga 10 menit 30 detik dikategorikan sedang dengan nilai 3. Waktu 10 menit 31 detik hingga 11 menit 30 detik masuk kategori kurang dengan nilai 2, sedangkan waktu lebih dari 11 menit 30 detik termasuk kategori sangat kurang dengan nilai 1.

Dari 35 hasil yang dapat dinilai, sebanyak 29 siswa atau sekitar 82,9 persen berada pada kategori sangat baik. Dua siswa atau sekitar 5,7 persen masuk kategori baik, tiga siswa atau 8,6 persen kategori sedang, dan satu siswa atau 2,9 persen kategori kurang.

Tidak terdapat peserta dengan waktu tempuh lebih dari 11 menit 30 detik. Dengan demikian, berdasarkan kriteria yang diberikan, tidak ada peserta yang masuk kategori sangat kurang.

Catatan hasil per jenjang menunjukkan capaian menonjol pada kelas IX. Sembilan siswa kelas tersebut seluruhnya mencatat waktu di bawah 8 menit 30 detik sehingga semuanya masuk kategori sangat baik.

Waktu tercepat kelas IX tercatat 4 menit 8 detik. Sementara waktu terlama pada jenjang tersebut adalah 7 menit 18 detik. Seluruh hasil tersebut berada di bawah batas waktu kategori sangat baik yang ditetapkan sekolah.

Pada kelas VIII, 12 siswa memiliki catatan waktu dan satu peserta tidak memiliki data waktu. Dari 12 hasil yang tersedia, 10 siswa masuk kategori sangat baik, dua siswa kategori baik, dan tidak terdapat hasil pada kategori sedang maupun kurang.

Sementara kelas VII memiliki 14 peserta dengan catatan waktu lengkap. Sebanyak 10 siswa masuk kategori sangat baik, satu siswa kategori baik, dua siswa kategori sedang, dan satu siswa kategori kurang.

Dwi Hadi Saputro mengatakan pelaksanaan tes tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengejar catatan waktu tercepat. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengukur kemampuan fisiknya melalui aktivitas yang terukur.

“Tes kebugaran ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan fisik siswa sekaligus membangun kebiasaan menjaga kesehatan melalui aktivitas jasmani,” ujar Dwi berdasarkan keterangan yang disampaikan.

Menurut Dwi, kegiatan pengukuran kebugaran perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap sekolah dapat menjadikan tes semacam itu sebagai kegiatan rutin sehingga perkembangan kebugaran siswa dapat dipantau dari waktu ke waktu.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin. Kondisi tubuh yang bugar diharapkan dapat membuat siswa lebih siap dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar,” katanya.

Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi'in, S.Pd.I., mengatakan sekolah mendukung kegiatan yang mendorong siswa membangun pola hidup sehat. Menurut dia, pembiasaan tersebut membutuhkan keterlibatan siswa sekaligus dukungan dari lingkungan pendidikan.

“Kegiatan kebugaran seperti ini diharapkan terus dilakukan. Budaya hidup sehat perlu dijaga bersama, baik oleh siswa maupun lembaga pendidikan,” ujar Hadi. (Rds).





×
Berita Terbaru Update