Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Dari Ruang Kaderisasi, Harapan Pemimpin Masa Depan Pacitan Ditanamkan

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T11:42:52Z
>

Sambutan dari ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Pacitan Eki Marga Rama (doc.IPM1001goa)

 












Pacitansatu.com -Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati I sebagai bagian dari proses kaderisasi formal yang dirancang secara sistematis untuk memperkuat ideologi, militansi gerakan, serta kapasitas kepemimpinan pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan kaderisasi ini mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Perjuangan, Mewujudkan Kader Berjiwa Kepemimpinan” yang menjadi ruh utama dalam setiap rangkaian pelatihan, sekaligus menjadi arah pembinaan karakter kader agar memiliki kesadaran perjuangan, daya juang tinggi, dan komitmen organisasi yang kuat.

Pelatihan Kader Taruna Melati I dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pacitan dan diikuti oleh peserta yang berasal dari unsur Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Pacitan, sehingga mencerminkan keterwakilan kader dari berbagai wilayah.

Ketua Panitia Pelaksana, Andik Widodo, menjelaskan bahwa Taruna Melati I merupakan jenjang kaderisasi awal yang sangat strategis bagi kader IPM. “Pelatihan ini menjadi pondasi penting untuk membentuk karakter ideologis, militansi gerakan, serta jiwa kepemimpinan kader IPM sejak dini,” ujarnya.

Menurut Andik Widodo, kaderisasi tidak boleh berhenti pada aspek seremonial semata, tetapi harus menjadi proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak. “Kami ingin kader IPM tumbuh menjadi pelajar yang disiplin, berani mengambil peran, serta mampu menjadi motor penggerak organisasi di tingkat sekolah dan masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh undangan dari unsur Ibunda Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pacitan yang memberikan dukungan moril sekaligus penguatan nilai keibuan dalam proses pembinaan kader pelajar Muhammadiyah.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan materi dari sejumlah narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan realitas kehidupan pelajar.

Narasumber Joni Kurniawan dalam materinya tentang ke-IPM-an menekankan pentingnya pemahaman jati diri organisasi. “IPM adalah ruang kaderisasi ideologis yang bertujuan melahirkan pelajar Islam berkemajuan, kritis, dan berkeadaban,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Materi manajemen organisasi disampaikan oleh Muhamat Khomarudin, S.Ikom., yang menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang efektif dan profesional. “Organisasi pelajar harus dikelola dengan perencanaan yang matang, pembagian tugas yang jelas, serta komunikasi yang sehat agar program kerja berjalan optimal,” ujarnya.

Pemahaman tentang kemuhammadiyahan disampaikan oleh Drs. H. Akhmad Munib Siroj, M.Si., yang menegaskan posisi strategis IPM dalam struktur kader persyarikatan. “Kader IPM adalah calon pemimpin Muhammadiyah di masa depan yang harus memahami nilai dakwah, tajdid, dan pencerahan,” tuturnya.

Materi Al-Islam disampaikan oleh Ustaz Moh. Asysyadul Juhdi Al Mubarok, S.Pd., yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan pelajar. “Akidah yang lurus, ibadah yang benar, serta akhlak yang mulia harus menjadi karakter utama kader IPM dalam setiap aktivitasnya,” katanya.

Aspek kepemimpinan menjadi fokus materi yang disampaikan oleh Rudi Setyo Murbagyo, M.Si., yang mengajak peserta memahami makna kepemimpinan yang adaptif dan bertanggung jawab. “Pemimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi mampu mendengar, mengambil keputusan yang bijak, dan siap menanggung konsekuensinya,” ujarnya.

Sementara itu, Diah Wahyuningsih, M.Pd., menyampaikan materi psikologi remaja yang membahas dinamika emosional dan sosial pelajar. “Pemahaman psikologi remaja penting agar kader mampu mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta menjaga kesehatan mental dalam berorganisasi,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, dan refleksi nilai yang dirancang untuk melatih daya kritis, kemampuan bekerja sama, serta kepekaan sosial sebagai kader pelajar.

Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Pacitan, Eki Marga Rama, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung gerakan IPM. “Melalui Taruna Melati I ini, kami berharap lahir kader-kader IPM yang memiliki semangat perjuangan, integritas moral, dan kesiapan memimpin, tidak hanya di organisasi tetapi juga di tengah masyarakat,” tegasnya.

Melalui Pelatihan Kader Taruna Melati I ini, PD IPM Kabupaten Pacitan optimistis dapat mencetak kader pelajar Muhammadiyah yang berjiwa kepemimpinan, memiliki kesadaran ideologis yang kuat, serta siap menjadi agen perubahan yang berintegritas di lingkungan sekolah, masyarakat, dan persyarikatan Muhammadiyah. (af)
×
Berita Terbaru Update