Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Madrasah di Tulakan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T05:25:42Z
>

 

Foto bersama peserta workshop (doc. Anis)








Pacitansatu.com -Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Tulakan menggelar workshop bertajuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran (Deep Learning) di Madrasah, Rabu–Kamis (22–23/1/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonoanti II.


Workshop tersebut diikuti oleh para guru dari sejumlah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Tulakan. Agenda ini menjadi ruang penguatan kompetensi pendidik dalam memahami pendekatan kurikulum yang menekankan nilai cinta, empati, dan pembelajaran bermakna.


Anis Bekti Wibowo, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 di madrasah. Menurutnya, guru perlu dibekali pendekatan yang tidak hanya kognitif, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan kemanusiaan.


“Kurikulum berbasis cinta menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang dihargai, dipahami, dan didampingi sesuai potensi masing-masing,” ujar Anis.


Workshop ini melibatkan lima madrasah, yakni MIM Wonoanti II, MIM Padi III, MIM Padi IV, MIM Jatigunung I, dan MIM Jatigunung II. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang telah disusun oleh panitia.


Pengawas Madrasah Kecamatan Tulakan, Endang Sukesi, S.Pd.I, turut hadir dan memberikan arahan. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pendidikan, praktik pembelajaran, dan kebutuhan peserta didik di tingkat madrasah ibtidaiyah.


Endang menilai pendekatan deep learning relevan diterapkan karena mendorong siswa berpikir kritis, reflektif, dan mampu mengaitkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.


Materi utama disampaikan oleh Marjuki, S.Pd., SD, yang memaparkan konsep pembelajaran mendalam berbasis cinta dalam konteks kelas madrasah. Ia menjelaskan strategi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran yang humanis dan bermakna.


Dalam paparannya, Marjuki menekankan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator yang mampu membangun suasana belajar aman, inklusif, dan menyenangkan. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses.


Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif mengikuti sesi diskusi, simulasi, dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Para guru terlihat menggunakan laptop untuk mengembangkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa madrasah.


Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana kelas yang kondusif dengan interaksi dua arah antara pemateri dan peserta. Workshop ini dirancang tidak sekadar teoritis, tetapi aplikatif dan kontekstual dengan kondisi madrasah masing-masing.


Slogan “Madrasah: Maju, Bermutu, Mendunia” yang terpampang dalam kegiatan tersebut menjadi penguat semangat bersama. Nilai tersebut diharapkan tercermin dalam praktik pembelajaran yang terus berkembang dan adaptif.


Menurut panitia, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kolaborasi antarmadrasah. Melalui forum KKMI, guru dapat saling berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik baik dalam pembelajaran.


Diharapkan, hasil workshop ini dapat diimplementasikan secara konsisten di madrasah peserta. Pendekatan kurikulum berbasis cinta dan deep learning diyakini mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berpengetahuan, dan berdaya saing.


KKMI Kecamatan Tulakan berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan madrasah ibtidaiyah di tingkat lokal hingga nasional. (af)


×
Berita Terbaru Update