Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Pasca-Gempa M 6.2, Pemerintah Pusat Gelontorkan Logistik Rp 351 Juta ke Pacitan.

Minggu, 08 Februari 2026 | Februari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-02-08T06:46:29Z
>
Foto: Penyerahan Bantuan dari Pusat untuk Korban Bencana Pacitan. 

PACITAN – Gerak cepat ditunjukkan pemerintah pusat dalam merespons dampak gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Pacitan. Ahad (8/2), bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat mulai digelontorkan ke Kota Pacitan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Tak sekadar simbolis, bantuan senilai total Rp 351.873.000 itu diserahkan langsung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra Kusuma Abdurrahim bersama Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo di Kantor BPBD Pacitan, siang kemarin.

Rinciannya cukup beragam. Mulai dari 100 lembar selimut, 100 lembar terpal, 1 unit tenda pengungsi, 50 paket kasur lipat, hingga 30 unit tenda keluarga. Seluruh bantuan tersebut bakal segera didistribusikan ke titik-titik terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di masa tanggap darurat.

"Kami hadir untuk memastikan negara benar-benar ada di tengah masyarakat. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama masa darurat," tegas Nanang Samodra di sela penyerahan bantuan.

Namun, Nanang tak hanya bicara soal bantuan fisik. Pria yang membidangi urusan kebencanaan itu memberikan catatan tebal terkait mitigasi. Dia mewanti-wanti agar simulasi kebencanaan di daerah rawan seperti Pacitan tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka.

Dia berkaca pada pengalaman pahit gempa Lombok pada 2018 silam. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi insting yang dibangun melalui latihan rutin dan berkelanjutan.

"Kita bisa mencontoh Jepang. Di sana latihan kebencanaan dilakukan terus-menerus. Jadi, saat gempa benar-benar terjadi, masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan dan korban bisa diminimalisir," paparnya.

Lebih lanjut, Nanang mendorong agar edukasi mitigasi mulai "masuk" ke ruang-ruang paling kecil, yakni keluarga dan sekolah. "Mitigasi harus menjadi budaya. Masyarakat perlu tahu SOP sebelum, saat, dan sesudah gempa agar tidak panik," imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penanganan pascabencana di Pacitan. BNPB bakal memberikan pendampingan teknis hingga peningkatan kapasitas personel di daerah.

Apresiasi pun datang dari Pemerintah Kabupaten Pacitan. Dukungan pusat ini dinilai menjadi suntikan semangat bagi daerah untuk mempercepat proses pemulihan dan memperkuat benteng mitigasi di masa depan. (BSU)
×
Berita Terbaru Update