>
PACITAN – Cabang olahraga (cabor) kabaddi di Kabupaten Pacitan kian bergeliat. Sebagai upaya memperkuat fondasi pembinaan atlet sejak dini, ajang bertajuk Allicia Kabaddi Championship resmi digeber. Turnamen ini menjadi batu loncatan penting sebelum menyongsong gelaran yang lebih besar, yakni Open Pacitan Kabaddi Beach 2026 mendatang.
Atmosfer kompetisi di Gasibu Swadaya Pacitan mendadak riuh sepanjang Sabtu dan Minggu (31/1–1/2). Sebanyak 42 tim dari jenjang SD hingga SMA sederajat ambil bagian dalam turnamen perdana ini. Tercatat, lebih dari 200 atlet muda bersaing ketat untuk menunjukkan teknik terbaik mereka di atas matras.
Ketua FOKSI Kabupaten Pacitan, Agung Setyo EP, menjelaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang perebutan medali. Lebih dari itu, pihaknya ingin memperluas basis massa olahraga yang berasal dari India tersebut di bumi kelahiran SBY.
"Ini adalah event pertama yang kami selenggarakan. Responsnya luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, dinas terkait, pihak sekolah, hingga sponsor yang memberikan dukungan penuh," ujar Agung.
Menurut Agung, memperkenalkan kabaddi kepada segmen pelajar menjadi strategi jitu untuk menjaring bibit unggul. Apalagi, kegiatan ini selaras dengan upaya menyukseskan program branding daerah, "Pacitan 70 Miles Sea Paradise". Target besarnya adalah menggelar Open Pacitan Kabaddi Beach pada April 2026 sebagai ajang pembinaan lanjutan yang lebih bergengsi.
Gairah kabaddi di Pacitan sejatinya sudah mulai menunjukkan hasil nyata. Sebelumnya, tim Kabaddi Pacitan sukses memboyong hasil positif dalam ajang Piala Bupati Mojokerto 2025. Prestasi tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi para atlet muda.
"Alhamdulillah, hasil di Mojokerto kemarin sangat memuaskan. Kami berharap capaian itu bisa menjadi pemantik motivasi bagi para atlet baru untuk terus berprestasi. Harapannya, kabaddi semakin dikenal luas dan berkembang pesat di Pacitan," pungkasnya. (BSU)


