>
Foto: SINERGI KEMANUSIAAN: Kalaksa BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko (kanan) bersama Ketua Lazismu Pacitan Agus Hadi Prabowo (tengah) meninjau tuntasnya rehabilitasi bangunan terdampak gempa 6 Februari yang didanai dari infaq masyarakat.
PACITAN – Penanganan pascabencana gempa bumi yang mengguncang Pacitan pada 6 Februari lalu terus menunjukkan progres positif. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial menjadi kunci percepatan pemulihan fisik bangunan. Terbaru, Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan resmi menuntaskan proyek rehabilitasi fisik yang dikoordinasikan langsung dengan BPBD setempat.
Rehabilitasi bangunan yang terdampak tersebut kini telah rampung 100 persen. Seluruh proses pengerjaan dilakukan di bawah pengawasan ketat Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Pacitan. Langkah ini diambil guna memastikan spesifikasi bangunan memenuhi standar keamanan bencana sesuai arahan teknis dari pemerintah.
Ketua Lazismu Pacitan, Agus Hadi Prabowo, mengungkapkan bahwa dana yang digunakan untuk proyek rehab ini murni berasal dari dana umat. Yakni, melalui pengelolaan infaq dan dana sosial keagamaan yang dipercayakan masyarakat kepada Lazismu.
"Total biaya pelaksanaan rehab ini sekitar delapan juta rupiah. Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat Pacitan atas infaqnya, serta kepada Pemkab Pacitan melalui BPBD yang telah memberikan ruang bagi kami untuk ikut berkontribusi," ujar Agus.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat organisasi kemanusiaan di bawah bendera Muhammadiyah tersebut. Kalaksa BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, S.STP, MM, menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukanlah tugas tunggal pemerintah, melainkan urusan bersama (pentahelix).
"Atas nama pemerintah daerah, kami berterima kasih kepada Lazismu dan MDMC. Kontribusi ini sangat berarti dalam mempercepat pemulihan warga terdampak," kata Erwin.
Pihaknya berharap, pola kolaborasi dan koordinasi seperti ini tidak hanya berhenti di sini. Erwin mendorong organisasi atau lembaga lain untuk turut serta dalam upaya penanggulangan bencana di Pacitan. "Koordinasi yang apik antara BPBD dan lembaga filantropi seperti ini diharapkan terus terjalin ke depannya," pungkasnya. (BSU)


