Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Gugurnya Prajurit TNI di Misi Perdamaian, Menggugah Nurani Kemanusiaan Dunia

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB Last Updated 2026-04-01T03:40:07Z
>

 

Ilustrasi gambar AI 



Pacitansatu.com -Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk turut menjaga perdamaian dunia. Amanat tersebut tercermin dalam Alinea Pertama yang menolak segala bentuk penjajahan, serta Alinea Keempat yang menegaskan tujuan negara untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Prinsip tersebut menjadi fondasi kuat dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang dikenal dengan konsep bebas aktif. Indonesia tidak memihak kekuatan tertentu, namun tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian global.

Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Salah satu misi tersebut adalah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik Timur Tengah.

Namun, dalam menjalankan misi mulia tersebut, kabar duka datang dari medan tugas. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL dilaporkan gugur saat menjalankan tugas perdamaian.

Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka gugur dalam pelaksanaan tugas yang penuh risiko di wilayah konflik.

Ucapan belasungkawa pun disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui akun media sosial resminya. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan putra-putra terbaik bangsa tersebut.

“Inna lillahi wa inna 'ilaihi raaji'uun. Turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Prabowo dalam unggahannya pada Selasa (31/3/2026).

Pihak Istana Negara sebelumnya juga telah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya ketiga prajurit tersebut. Kehilangan ini dinilai sebagai duka bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah investigasi akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden.

Selain itu, pemerintah juga langsung bergerak cepat dalam proses pemulangan jenazah para prajurit. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak terkait.

“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur,” ujar Prasetyo.

Langkah koordinasi ini juga mencakup upaya diplomatik dengan pihak internasional serta otoritas setempat agar proses pemulangan berjalan lancar dan cepat.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan arahan kepada prajurit TNI yang masih bertugas di wilayah UNIFIL untuk meningkatkan kewaspadaan. Situasi keamanan di lapangan menjadi perhatian utama.

“Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekali lagi tentunya kita merasa sangat kehilangan dan merasakan duka cita yang sangat mendalam,” lanjut Prasetyo.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko. Namun demikian, komitmen tersebut tetap menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.

Pengorbanan para prajurit TNI tersebut menjadi simbol nyata dari amanat konstitusi dan semangat Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan. (af)

×
Berita Terbaru Update