Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Hari Lahir Pancasila 2026, SMK PGRI Donorojo Perkuat Karakter Siswa Lewat 3 Program Unggulan

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T14:40:54Z
>

 

Program Serasa (Sekolah wirausaha) Praktik memasak siswa siswi SMK PGRI Donorojo, Foto:Adit/prodigi








Pacitansatu.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Melalui implementasi Profil Pelajar Pancasila dan berbagai program pendidikan berbasis karakter, sekolah didorong untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kewirausahaan, serta pemahaman keagamaan yang kuat.


Tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara yang menyatukan keberagaman Indonesia, tetapi juga menjadi landasan moral bangsa dalam berkontribusi menciptakan perdamaian dan kehidupan global yang harmonis.


Momentum peringatan tahun ini juga menjadi refleksi atas pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan dasar filosofis negara atau philosophische grondslag. Gagasan tersebut kemudian menjadi fondasi lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.


Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman, mulai dari maraknya disinformasi, penyebaran hoaks, hingga meningkatnya polarisasi sosial di ruang digital.


Kepala SMK PGRI Donorojo, Jemi Darmawan, S.Sos., mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus diwujudkan melalui langkah nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta didik dan masyarakat.


"Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, kami berupaya menjawab tantangan tersebut melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kompetensi, dan kepedulian sosial siswa," kata Jemi.


Menurutnya, program pertama yang dikembangkan sekolah adalah Program Serasa atau Sekolah Wirausaha. Program tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini sekaligus membekali siswa dengan kemampuan berinovasi, kreatif, serta memiliki daya tahan menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja.


Melalui Program Serasa, siswa didorong untuk mengenali potensi diri, membaca peluang usaha, serta mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri setelah lulus sekolah.


Selain penguatan kewirausahaan, sekolah juga mengembangkan Program Vokasi Pesantren sebagai bentuk integrasi pendidikan vokasi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Program ini dirancang agar peserta didik tidak hanya menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.


"Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan kerja. Nilai-nilai religius juga harus diperkuat agar mereka memiliki karakter yang baik ketika terjun ke masyarakat," ujar Jemi.


Program unggulan ketiga adalah Penamas atau Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat. Program ini menitikberatkan pada penguatan kepedulian sosial serta keterlibatan siswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal.


Melalui Penamas, peserta didik diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah untuk membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar, sekaligus membangun kesadaran bahwa pendidikan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Jemi menjelaskan, ketiga program tersebut dirancang sebagai implementasi konkret nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Setiap aspek penguatan karakter kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.


Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Keenam dimensi tersebut menjadi landasan dalam membangun karakter generasi muda Indonesia.


Selain melalui program unggulan, implementasi nilai-nilai Pancasila juga dilakukan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), budaya sekolah, pembiasaan sikap positif, keteladanan guru, serta pengembangan kurikulum yang inklusif. Dengan berbagai langkah tersebut, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya saing, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa maupun masyarakat. (Rds)

×
Berita Terbaru Update