Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Keren! Lintas Sektor di Tegalombo Pacitan Kolaborasi Gelar Wisuda Tahfidz Perdana

Senin, 25 Mei 2026 | Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T07:08:12Z
>
Foto Penyerahan piagam tahfidz oleh camat Tegalombo. 

Pacitan
- Ratusan siswa di Kecamatan Tegalombo, Pacitan, mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz 1 Kecamatan Tegalombo yang digelar di Kantor Kecamatan Tegalombo, Senin (25/5/2026). Acara ini menjadi langkah nyata dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital.
Pantauan di lokasi, prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Acara ini merupakan buah kolaborasi besar antarlini pendidikan di Tegalombo, mulai dari KKG PAI sebagai pelaksana, K3S sebagai pembina, hingga kerja sama erat antara Korwil, MKKS SMP, dan pengawas TK.
Ketua Penyelenggara, Muhammad Zain Hanafi, S.Pd., mengungkapkan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremonial. Para siswa sebelumnya harus melewati ujian berat atau munaqasyah untuk memastikan hafalan mereka benar-benar lancar (mutqin) dan sesuai tajwid.
"Tantangan zaman sekarang luar biasa berat, terutama gempuran teknologi. Melalui program tahfidz ini, kita ingin anak-anak tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tapi punya benteng moral yang kokoh. Target kita mencetak generasi yang 'Berotak London, Berhati Masjidil Haram'—berwawasan global namun tetap teguh memegang nilai agama," ujar Zain di lokasi acara, Senin (25/5).
Zain menambahkan, program menghafal Juz 30 (Juz Amma) ini juga menjadi metode efektif untuk mengalihkan ketergantungan anak-anak dari gadget dan game online ke aktivitas yang lebih produktif.

Dihadiri Camat Tegalombo
Kegiatan ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kecamatan Tegalombo. Camat Tegalombo, Edy Wasana, SE., yang hadir langsung dalam acara tersebut mengaku bangga dan terharu melihat antusiasme para siswa dan orang tua.
"Pemerintah kecamatan sangat mendukung penuh kegiatan mulia ini. Ini adalah investasi akhirat sekaligus investasi masa depan Tegalombo. Kita tidak hanya butuh generasi yang pintar sains atau matematika, tapi juga yang sholeh, berakhlak mulia, dan dekat dengan Al-Qur'an," kata Edy Wasana kepada detikcom.
Menurut Edy, pergeseran pola pikir orang tua saat ini memang lebih selektif dalam memilih sekolah yang memberikan nilai tambah spiritual. Anak-anak yang dekat dengan Al-Qur'an dinilai memiliki kelembutan hati dan tata krama yang baik.
"Anak-anak inilah yang nantinya akan membawa keberkahan dan kedamaian di wilayah Tegalombo ke depan. Kita berharap kegiatan ini bisa terus konsisten dan menjadi contoh bagi wilayah lain," pungkasnya. (BSU)
×
Berita Terbaru Update