Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Berbekal 31 Tahun di Dunia HR, Putra Pacitan Luncurkan HS' HR Cycle

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T16:05:42Z
>

 

Hari Sumarsono Perkenalkan HS' HR Cycle untuk Pengembangan SDM di pegadaian Surakarta. Foto/ Hari Sumarsono/koleksi pribadi.










Pacitansatu.com — Pengalaman panjang selama lebih dari tiga dekade di bidang Human Resources (HR) mendorong Hari Sumarsono, S.Pd., M.M., memperkenalkan sebuah model pengelolaan sumber daya manusia yang diberi nama HS' HR Cycle (23/7/2026). Konsep tersebut dirancang sebagai pendekatan terpadu untuk membangun organisasi yang unggul melalui pengelolaan manusia secara sistematis dan berkelanjutan.

Hari Sumarsono, kelahiran Pacitan, 13 Januari 1969, dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai praktisi HR di berbagai perusahaan. Setelah memasuki masa purnatugas dari dunia korporasi, ia kini menekuni profesi sebagai HR and Business Consultant, dosen di Tiga Serangkai University, serta aktif memberikan pelatihan, pendampingan organisasi, dan coaching bagi para pemimpin perusahaan.

Menurut Hari, transformasi organisasi pada era yang terus berubah tidak cukup hanya mengandalkan strategi bisnis. Organisasi juga memerlukan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan perubahan sekaligus mengembangkan potensi setiap individu di dalamnya.

"Selama 31 tahun saya berkecimpung di dunia HR, saya belajar bahwa keberhasilan organisasi selalu berawal dari kualitas manusianya. Karena itu saya merumuskan HS' HR Cycle sebagai pendekatan yang berpusat pada manusia atau people centered," ujar Hari.

Konsep HS' HR Cycle dibangun di atas filosofi People First, Organization Next dengan tujuan akhir mewujudkan organisasi unggul melalui orang-orang yang kompeten, berintegritas, dan berkembang secara berkelanjutan. Model tersebut mengusung prinsip Right People, Right Place, Right Time, Right Future sebagai fondasi utama dalam pengelolaan SDM.

Hari menjelaskan, siklus tersebut terdiri atas lima tahapan yang saling terintegrasi. Tahap pertama adalah People Planning, yang mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, desain organisasi, hingga penyusunan anggaran SDM agar sejalan dengan strategi bisnis organisasi.

Tahapan berikutnya adalah People Development, yang berfokus pada pengembangan kompetensi melalui pelatihan, manajemen kinerja, pengembangan karier, dan pengelolaan talenta. Menurutnya, investasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing organisasi.

"Pelatihan seharusnya bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar yang terus hidup di dalam organisasi. Ketika orang terus bertumbuh, organisasi juga akan ikut berkembang," katanya.

Tahap ketiga menitikberatkan pada People Motivation dan People Retention, meliputi sistem remunerasi yang kompetitif, penghargaan atas kinerja, kesejahteraan karyawan, serta peningkatan keterikatan pegawai terhadap organisasi. Hari menilai lingkungan kerja yang sehat menjadi salah satu faktor utama dalam mempertahankan talenta terbaik.

Sementara itu, aspek People Industrial Relations diarahkan untuk membangun hubungan industrial yang harmonis melalui komunikasi yang terbuka, penyelesaian perselisihan secara adil, dan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Adapun tahap People Docs memastikan seluruh administrasi SDM berjalan tertib, terdokumentasi, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengembangkan konsep pengelolaan SDM, Hari juga aktif membangun personal branding melalui berbagai platform digital. Konten yang dibagikan didominasi tema kepemimpinan, pengembangan organisasi, pemberdayaan masyarakat, pelatihan, serta motivasi.

Di luar aktivitas profesional, ia dikenal aktif dalam komunitas olahraga, khususnya bersepeda dan lari. Gaya hidup sehat tersebut menjadi bagian dari nilai yang terus ia kampanyekan, yakni pentingnya disiplin, konsistensi, keseimbangan hidup, dan semangat belajar sepanjang hayat.

"Saya ingin pengalaman yang saya miliki tidak berhenti sebagai catatan perjalanan karier. Pengalaman itu harus menjadi pengetahuan yang bisa dibagikan agar semakin banyak organisasi mampu tumbuh bersama sumber daya manusianya," ungkapnya.

Sebagai konsultan, Hari menawarkan berbagai layanan mulai dari penyusunan proses bisnis, desain struktur organisasi, pemetaan kompetensi, asesmen SDM, penyusunan sistem remunerasi, pengembangan Key Performance Indicator (KPI), coaching bagi manajemen, hingga pendampingan transformasi organisasi.

Bagi Hari, kualitas organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan dan kemampuan mengembangkan manusia di dalamnya. Karena itu, ia berharap pendekatan HS' HR Cycle dapat menjadi referensi bagi organisasi yang ingin membangun budaya kerja yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. ***.

×
Berita Terbaru Update