Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Doorprize Kambing Semarakkan MPLS SDN 2 Candi

Jumat, 17 Juli 2026 | Juli 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T08:36:04Z
>
Mahasiswa KKN Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta foto bersama Fatih, siswa kelas IV mendapatkan door prize 1 ekor kambing 17/7/26. Foto/ dok.SDN2Candi








Pacitansatu.com — SD Negeri 2 Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru pada 13–17 Juli 2026. Program tersebut dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus mendukung terciptanya sekolah ramah anak.

Kegiatan MPLS dibuka pada Senin (13/7/2026) melalui upacara pembukaan yang ditandai dengan pemotongan pita, pelepasan balon, dan penyalaan kembang api. Pembukaan dihadiri kepala sekolah, seluruh guru, orang tua siswa kelas I, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang turut berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan edukatif.

Kepala SD Negeri 2 Candi, Nurul Hadi Mustofa, M.Pd, mengatakan konsep MPLS Ramah diterapkan untuk memastikan setiap peserta didik baru memperoleh pengalaman pertama yang positif saat memasuki dunia sekolah.

Menurut Nurul, lingkungan sekolah yang aman menjadi fondasi penting dalam membangun karakter dan kepercayaan diri anak sejak hari pertama belajar. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang tanpa praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan maupun perlakuan yang merendahkan siswa.

"Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa senang, nyaman, dan aman berada di sekolah. Tidak ada perundungan, bullying, ataupun perlakuan yang membuat anak merasa tidak diterima. Guru juga berupaya memberikan pelayanan terbaik agar mereka merasa dihargai dan disayangi," ujar Nurul Hadi Mustofa, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya belajar yang inklusif, menghargai setiap peserta didik, serta bebas dari diskriminasi.

Selama pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara kreatif dengan konsep belajar sambil bermain. Materi yang diberikan meliputi perkenalan diri, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, pengenalan guru dan teman sekelas, serta orientasi lingkungan sekolah.

Selain itu, peserta juga memperoleh pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), tes kebugaran dan kesehatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembinaan keagamaan sebagai bagian dari penguatan karakter.

Kolaborasi bersama mahasiswa KKN Universitas Kristen Duta Wacana menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak membuat celengan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini.

Mahasiswa KKN juga memberikan pengenalan Bahasa Inggris dasar kepada peserta didik. Program itu disesuaikan dengan kondisi wilayah Candi yang memiliki potensi wisata sehingga kemampuan berbahasa asing diharapkan dapat menjadi bekal anak-anak pada masa mendatang.

Nurul menjelaskan, pengenalan Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa ketika berinteraksi dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan wisata di sekitar desa mereka.

Guru Kelas I SD Negeri 2 Candi, Rina, mengatakan pendekatan yang mengedepankan kenyamanan emosional menjadi salah satu fokus utama selama pelaksanaan MPLS.

"Harapan kami, anak-anak merasa bahagia, nyaman, dan betah berada di sekolah seperti berada di rumah sendiri. Mereka merasa dilindungi, diperhatikan, serta mendapatkan kasih sayang dari guru maupun teman-temannya. Dengan suasana seperti itu, anak-anak dapat belajar sambil bermain dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri," kata Rina.

Apresiasi juga datang dari salah seorang orang tua siswa, Eka Rini, yang menilai kegiatan MPLS Ramah memberikan pengalaman baru bagi anak-anak melalui berbagai aktivitas edukatif yang menyenangkan.

"Menurut saya kegiatan MPLS ini sangat baik. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lebih kreatif, dan terlihat semakin bersemangat untuk belajar. Pendekatan seperti ini membuat mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah," ujar Eka Rini.

Rangkaian MPLS ditutup dengan kegiatan jalan sehat yang melibatkan murid Kelompok Bermain Putra Bangsa, TK Pertiwi 2 beserta guru dan wali murid, seluruh guru SD Negeri 2 Candi, serta siswa kelas I bersama orang tua. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai doorprize, termasuk hadiah utama seekor kambing yang dimenangkan oleh Fatih, siswa kelas IV SD Negeri 2 Candi.

Pelaksanaan MPLS Ramah di SD Negeri 2 Candi menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang ramah anak sekaligus mendukung komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengalaman belajar yang positif, aman, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. (Rds). 



×
Berita Terbaru Update