![]() |
| Syarif Hidayatullah Owner PT Jogja Store Corpora |
Pacitansatu.com (11/5/26) – Transformasi digital yang selama ini identik dengan kota besar perlahan mulai bergeser ke daerah pedesaan. Dari Dusun Pangkah, Desa Mendolo Lor, Kecamatan Punung, seorang praktisi teknologi bernama Syarif Hidayatullah membangun berbagai solusi digital yang kini digunakan untuk mendukung efisiensi operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala nasional melalui PT Jogja Store Corpora. Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong banyak pelaku usaha melakukan adaptasi sistem digital demi menjaga daya saing bisnis. Kondisi tersebut menjadi peluang yang ditangkap Syarif sejak meniti karier di bidang teknologi informasi pada 2013. Berbekal pengalaman di sejumlah perusahaan, ia kini fokus mengembangkan layanan digital berbasis otomasi untuk membantu pelaku usaha mempercepat proses operasional, pengelolaan data, hingga sistem transaksi penjualan. Syarif memulai perjalanan profesionalnya sebagai Admin dan tenaga IT di PT Prisma Lintas Sarana pada periode 2013 hingga 2016. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal dalam memahami kebutuhan digital perusahaan, terutama terkait pengelolaan data dan efisiensi kerja internal. Dari pengalaman itu pula, ia mulai mempelajari berbagai kebutuhan bisnis yang dapat diselesaikan melalui pendekatan teknologi. Pada 2016, Syarif mulai mengembangkan usaha mandiri dengan mendirikan Tokoeku yang bergerak di bidang desain dan web programming. Langkah tersebut menjadi titik awal dirinya membangun berbagai produk digital yang menyasar kebutuhan pelaku usaha lokal. Tidak hanya mengembangkan website toko online, ia juga mulai merancang sistem yang membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara lebih modern dan terstruktur. Kariernya terus berkembang ketika bergabung sebagai IT Tax di PT Tunas Ridean Tbk pada 2017 hingga 2020. Di perusahaan tersebut, Syarif terlibat dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan dan efisiensi data perusahaan. Pengalaman bekerja di perusahaan terbuka itu memperluas pemahamannya terhadap kebutuhan teknologi skala korporasi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keamanan sistem. Memasuki 2020, Syarif mendirikan PT Jogja Store Corpora sebagai wadah pengembangan berbagai solusi teknologi berbasis kebutuhan bisnis. Melalui perusahaan tersebut, ia mulai memperluas layanan digital, mulai dari pembuatan aplikasi POS (Point of Sale), aplikasi laporan keuangan, sistem omnichannel, hingga program scraping dan tools input data yang digunakan untuk membantu otomatisasi pekerjaan. Selain mengembangkan perusahaan, pada 2026 ini Syarif juga aktif sebagai freelance fullstack developer yang menangani berbagai proyek digital untuk lembaga maupun pelaku usaha perorangan. Fokus utamanya adalah membantu perusahaan melakukan transformasi operasional berbasis teknologi agar proses kerja menjadi lebih efisien dan terukur. Menurut Syarif, perkembangan teknologi seharusnya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha di daerah pedesaan. Ia menilai digitalisasi bukan hanya kebutuhan perusahaan besar, melainkan juga kebutuhan usaha kecil yang ingin berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. “Bagi saya, ilmu itu mahal. Inilah yang mendorong saya untuk terus mengembangkan solusi yang relevan, baik itu untuk toko kelontong di desa maupun perusahaan terbuka seperti PT Tunas Ridean Tbk,” ujar Syarif saat menjelaskan motivasinya dalam mengembangkan berbagai inovasi digital. Motivasi tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai produk dan layanan yang telah digunakan sejumlah klien. Beberapa di antaranya meliputi website toko online, website company profile, website masjid, aplikasi kasir atau POS, aplikasi laporan keuangan, hingga tools pengolahan data otomatis yang dirancang untuk mempercepat proses administrasi perusahaan. Salah satu fokus pengembangan yang kini dijalankan adalah sistem omnichannel yang memungkinkan pelaku usaha mengintegrasikan berbagai platform penjualan dalam satu sistem pengelolaan. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat memantau transaksi dan aktivitas bisnis secara lebih efisien tanpa harus mengelola data secara manual di banyak platform berbeda. Tidak hanya itu, program scraping dan tools input data yang dikembangkan juga disebut mampu membantu perusahaan dalam mengurangi beban pekerjaan administratif yang repetitif. Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat proses pengumpulan serta pengolahan data sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih efektif dan meminimalkan potensi kesalahan manual. Dalam menjalankan profesinya, Syarif juga memiliki sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan nomor registrasi TIK.117.00586 2017. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kompetensi teknis yang dimilikinya di bidang teknologi informasi dan pengembangan sistem digital. Di tengah perkembangan ekonomi digital nasional, kehadiran praktisi teknologi dari daerah seperti Syarif dinilai menjadi gambaran bahwa inovasi tidak hanya lahir dari pusat kota. Dengan latar belakang desa dan pengalaman profesional yang panjang, ia berupaya membangun ekosistem teknologi yang lebih inklusif serta dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan usaha. Ke depan, Syarif berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi bisnis mereka. Ia meyakini transformasi digital yang tepat tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru dari daerah menuju pasar yang lebih luas. (Rds) |



