Foto bersama penyerahan hadiah Atlet Muda pada gelaran Beach Kabaddi Open (1-3/5/26). Foto Mr. Be/pacitansatu.com
PACITAN — Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Kabupaten Pacitan sukses menggelar turnamen “Pacitan Beach Kabaddi Open 2026” pada 1-3 Mei 2026 di kawasan Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan. Kejuaraan yang diikuti 53 tim dari berbagai daerah itu menjadi ajang pembinaan atlet muda sekaligus promosi wisata pesisir di wilayah yang dikenal dengan julukan Kota 70 Miles Sea Paradise.
Turnamen tersebut mempertemukan atlet dari berbagai kategori mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori senior putra dan putri. Peserta berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Pacitan, termasuk sejumlah kontingen dari Surabaya, Kediri, Ponorogo, Mojokerto, Situbondo, hingga perguruan tinggi dan klub kabaddi di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diselenggarakan oleh Pengkab FOKSI Pacitan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Disbudparpora, KONI Pacitan, mitra, sponsor, serta berbagai pihak lainnya. Selain menjadi kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar daerah melalui diplomasi olahraga.
Ketua Umum Pengkab FOKSI Pacitan, Agung Setyo Edy P, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Pacitan Beach Kabaddi Open 2026 menunjukkan semangat besar generasi muda dalam mengembangkan olahraga kabaddi di daerah. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi modal penting bagi kemajuan olahraga tersebut di masa mendatang.
“Alhamdulillah, Pacitan Beach Kabaddi Open tahun ini sukses digelar. Kami melihat energi murni dari generasi muda ini sebagai aset daerah yang luar biasa. Meski banyak hambatan, semangat kemandirian anak-anak lebih besar dari tantangan yang ada. Kami berharap prestasi ini mendapatkan ruang berkembang yang lebih luas demi nama baik Pacitan di kancah nasional,” ujar Agung.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga atlet Kabaddi Porprov IX Jawa Timur, Ardy Shafarudin Syahputra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyebut turnamen itu digerakkan secara mandiri oleh para mahasiswa dan pelajar yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan kabaddi di Pacitan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh tim dan peserta. Terima kasih support dan dukungan Pemda Pacitan melalui Disbudparpora Pacitan, KONI Pacitan, para mitra dan sponsor serta semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini. Meskipun dikelola secara mandiri oleh Kabaddi Pacitan yang mayoritas rekan-rekan mahasiswa dan pelajar, semangat untuk mengembangkan olahraga kabaddi di Pacitan jauh melampaui keterbatasan yang ada. Ini adalah langkah awal untuk event yang lebih besar ke depannya,” kata Ardy.
Pelaksanaan turnamen di kawasan Pantai Pancer Door turut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Nuansa pertandingan yang berpadu dengan panorama pantai selatan dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi atlet maupun pendamping kontingen yang datang dari luar daerah.
Perwakilan pelatih kontingen Kediri, Kang Hardi, mengaku terkesan dengan sambutan panitia dan konsep pertandingan yang dipadukan dengan wisata pantai. Menurutnya, konsep sport tourism seperti itu mampu meningkatkan daya tarik olahraga sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Kami sangat terkesan dengan keramahan dan profesionalisme panitia. Bermain di tengah keindahan Pantai Pancer Door Pacitan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para atlet kami. Keindahan alam di sini benar-benar menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi sebuah sport tourism,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan atlet tim nasional kabaddi Indonesia peraih medali emas SEA Games Thailand, David Rinekso, yang turut menjadi peserta dalam turnamen tersebut. Ia menilai kejuaraan seperti Pacitan Beach Kabaddi Open sangat penting untuk meningkatkan jam terbang atlet-atlet muda.
“Sebagai atlet, saya sangat mengapresiasi adanya Pacitan Beach Kabaddi Open 2026 ini. Turnamen seperti ini sangat dibutuhkan untuk jam terbang atlet muda. Standar kompetisi dan antusiasme di Pacitan sangat luar biasa, dan yang paling mengesankan kita bisa berwisata di pantai sambil berolahraga dan saya optimis olahraga ini akan semakin besar di Pacitan,” kata David.
Dalam kategori Open Putra, tim New Kampret Surabaya berhasil meraih juara pertama disusul Unesa Surabaya di posisi kedua, Pacitan 70 Miles di peringkat ketiga, dan GSB di posisi keempat. Sementara pada kategori Open Putri, tim Allphone keluar sebagai juara pertama, diikuti Manepa Pintar Berlian, STIKIP A, dan STIKIP B.
Untuk kategori SMA Putra, FOKSI Kediri meraih posisi juara pertama, disusul MA Darul Falah Ponorogo, FOKSI Situbondo, dan SMA 271 Pacitan. Pada kategori SMA Putri, FOKSI Mojokerto menjadi juara pertama, diikuti MAN Pacitan, SMAN 271 Pacitan, serta SMKN 2 Pacitan.
Di kategori SMP Putra, MTs Darul Falah Ponorogo berhasil menjadi juara pertama, kemudian SMPN 1 Pacitan, Allphone, dan SMPN 4 Pacitan. Sedangkan pada kategori SMP Putri, SMPN 1 Pacitan menempati posisi pertama, disusul SMPN 4 Pacitan, MTs Maarif Sidomulyo, dan Kabaddi Pacitan.
Sementara itu pada kategori SD Putra, Kabaddi Pacitan berhasil meraih juara pertama, diikuti MI Alhuda dan SDIT Darul Falah Ponorogo. Pada kategori SD Putri, MI Al Huda Ploso dan SDIT Darul Falah Ponorogo mendominasi daftar juara.
Kesuksesan penyelenggaraan Pacitan Beach Kabaddi Open 2026 menjadi modal penting bagi kontingen Pacitan yang akan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kabaddi di Surabaya pada 16-17 Mei 2026 mendatang. Semangat kompetisi dan pengalaman bertanding di kandang sendiri diharapkan mampu meningkatkan mental serta performa atlet saat bersaing di tingkat provinsi.
Melalui turnamen tersebut, FOKSI Pacitan berharap olahraga kabaddi semakin dikenal masyarakat luas dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah pesisir selatan Jawa Timur. Selain memperkuat pembinaan olahraga, kegiatan itu juga diharapkan menjadi agenda sport tourism berkelanjutan yang berdampak pada promosi wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Rds). |