Launching program integrasi Madrasah Diniyah (Madin) dengan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sabtu (11/7/2026). Foto/Sovi'in
Pacitansatu.com – Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, resmi meluncurkan program integrasi Madrasah Diniyah (Madin) dengan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sabtu (11/7/2026). Program tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat pendidikan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman bagi peserta didik sejak usia dasar.
Peluncuran yang digelar di Pendopo Kecamatan Pringkuku itu dirangkai dengan Wisuda Santri Madrasah Diniyah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Pringkuku Tahun 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri unsur pemerintah, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kementerian Agama, kepala sekolah, pengelola Madrasah Diniyah, guru, santri, serta orang tua.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa, prakata penyelenggara, deklarasi launching integrasi Madin, prosesi wisuda santri, sambutan Camat Pringkuku, hingga pembinaan dari Kementerian Agama Kabupaten Pacitan.
Koordinator Pengawas Kecamatan Pringkuku Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Asmuri, S.Pd., M.Pd., memandu prosesi peluncuran integrasi Madrasah Diniyah dengan SD dan MI. Menurutnya, sinergi pendidikan formal dan pendidikan keagamaan menjadi kebutuhan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
"Melalui integrasi ini, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di sekolah, tetapi juga mendapatkan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter. Kami berharap lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia," kata Asmuri.
Program tersebut melibatkan 15 Madrasah Diniyah yang diintegrasikan dengan SD dan MI di berbagai desa di Kecamatan Pringkuku. Integrasi itu mencakup wilayah Candi, Poko, Dadapan, Watukarung, Jlubang, Dersono, Glinggangan, hingga Pelem.
Berdasarkan konsep program yang diluncurkan, integrasi memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman, mengintegrasikan kurikulum Madrasah Diniyah dengan pendidikan formal, serta membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berwawasan luas.
Prosesi wisuda santri diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Hadi Sovi'in, S.Pd.I. Selanjutnya para santri mengikuti prosesi wisuda sebagai penanda telah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Diniyah.
Hadi Sovi'in mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk apresiasi atas proses pembelajaran yang telah ditempuh para santri.
"Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang belajar, tetapi menjadi bekal untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ketua FKDT Kecamatan Pringkuku, Sunarto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan integrasi Madrasah Diniyah dengan sekolah formal.
"Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan berbasis karakter. FKDT siap terus bersinergi dengan sekolah, pemerintah, dan masyarakat demi meningkatkan mutu pendidikan diniyah," tutur Sunarto.
Sementara itu, Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, S.Sos., M.Si., menyatakan pemerintah kecamatan mendukung penuh program yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pendidikan keagamaan.
"Kami berharap sinergi ini mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, akhlak, dan kepedulian sosial yang kuat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Sumino, S.H.I., memberikan pembinaan kepada pengelola Madrasah Diniyah dan para santri.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan diniyah agar tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Integrasi dengan sekolah formal diharapkan menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang utuh," ungkap Sumino.
Melalui peluncuran program tersebut, Kecamatan Pringkuku diharapkan menjadi salah satu daerah yang mampu mengembangkan model pendidikan terpadu antara sekolah formal dan Madrasah Diniyah. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (Rds).
|