Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

SABER Perkuat Gerakan Pendidikan Berbasis Relawan di Pacitan

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T23:23:54Z
>

 

Rapat koordinasi internal Komunitas Sahabat Belajar (SABER) di Pendopo Omah Balam membahas program, pembagian tugas, dan penguatan sinergi tim. Foto/Yudha.








Pacitansatu.com – Komunitas Sahabat Belajar (SABER) menggelar rapat konsolidasi internal di Pendopo Omah Balam, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Sabtu (4/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam memantapkan arah gerakan pendidikan berbasis masyarakat yang mengusung semangat kerelawanan.

Rapat diikuti jajaran pengurus dan membahas penguatan struktur organisasi, penyelarasan visi, serta penyusunan program kerja yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

Ketua Umum Komunitas Sahabat Belajar (SABER), Aziz Dwi Laksono, mengatakan organisasi yang berdiri pada 23 Mei 2026 itu dibentuk untuk memperluas akses pendidikan non formal bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.

"SABER hadir sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan kesempatan belajar yang lebih terbuka. Kami ingin masyarakat memiliki ruang belajar yang inklusif, kreatif, dan dapat diakses oleh siapa saja," kata Aziz.

Menurut dia, seluruh program komunitas dijalankan melalui semangat kerelawanan dengan melibatkan mahasiswa, guru, relawan pendidikan, pemuda desa, orang tua, dan tokoh masyarakat.

Aziz menjelaskan, SABER mengusung visi mewujudkan masyarakat yang cerdas, berdaya, berkarakter, dan peduli melalui budaya belajar bersama sepanjang hayat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, komunitas telah menyiapkan sejumlah program, antara lain kelas belajar gratis, pendampingan tugas sekolah, kelas membaca dan berhitung, kelas bahasa Inggris dasar, kelas komputer dasar, rumah literasi, gerakan donasi buku, hingga literasi digital.

Selain program pendidikan, SABER juga menyiapkan kegiatan pembinaan karakter melalui program Sahabat Mengaji, pendidikan akhlak, pelatihan kepemimpinan, bakti sosial pendidikan, serta relawan mengajar di desa.

Pembina Komunitas Sahabat Belajar, Jemi Darmawan, menilai pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Komunitas ini dibangun dengan semangat gotong royong. Kami ingin mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Jemi.

Ia mengatakan, kolaborasi menjadi salah satu fokus utama organisasi, baik dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, maupun komunitas sosial.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi lahirnya komunitas yang bergerak di bidang pendidikan berbasis masyarakat tersebut.

Menurut Mulyadi, gerakan yang melibatkan relawan dan generasi muda memiliki potensi memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Saya berharap SABER mampu menjadi mitra berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pacitan. Semangat kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga agar manfaatnya semakin luas," kata Mulyadi.

Kehadiran SABER juga muncul di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan tambahan. Di Kabupaten Pacitan, bimbingan belajar dan les privat terus berkembang seiring meningkatnya persaingan akademik serta tingginya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak.

Melalui konsep pendidikan berbasis masyarakat, SABER menargetkan kegiatan yang dapat menjangkau anak usia sekolah, remaja, orang tua, hingga masyarakat umum melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Hasil rapat konsolidasi internal tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan agenda kerja organisasi, termasuk penguatan kemitraan dan pelaksanaan program pendidikan yang akan dilakukan secara bertahap di Kabupaten Pacitan. (Rds).

×
Berita Terbaru Update