Raferty Ratri Clarimond, lulusan SMA Negeri 1 Pati asal Dukuh Sekarkurung, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Foto/istimewa
Pacitansatu.com — Raferty Ratri Clarimond, lulusan SMA Negeri 1 Pati asal Dukuh Sekarkurung, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, berhasil mencatatkan prestasi akademik dengan diterima di dua universitas ternama di Kanada, yakni University of Toronto dan University of British Columbia (UBC) Okanagan pada tahun 2026. Sebelumnya, ia juga dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Gadjah Mada (UGM). Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Affe dalam mengejar pendidikan di tingkat internasional.
Keberhasilan tersebut menempatkan Affe sebagai salah satu pelajar asal Kabupaten Pati yang berhasil memperoleh kesempatan belajar di sejumlah perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri. Prestasi itu diraih setelah melalui proses seleksi akademik yang ketat dan persiapan yang dilakukan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Di University of Toronto, Affe diterima pada Faculty of Arts and Science dengan program studi Social Sciences. Sementara di University of British Columbia (UBC) Okanagan, ia memperoleh penerimaan di Faculty of Arts dengan jurusan Geography.
Sebelum mendapatkan dua surat penerimaan dari perguruan tinggi di Kanada tersebut, Affe juga telah lebih dahulu dinyatakan lolos melalui jalur SNBP di Universitas Gadjah Mada pada Program Studi Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi. Penerimaan di UGM menjadi salah satu alternatif pendidikan tinggi yang dimilikinya di Indonesia.
Meski telah memperoleh tiga pilihan perguruan tinggi, Affe mengaku masih mempertimbangkan kampus yang akan dipilih sebagai tempat melanjutkan studi. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk peluang memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan.
Menurut Affe, keinginan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Cita-cita tersebut telah tumbuh sejak lama karena ia ingin memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik internasional yang memiliki keberagaman budaya dan perspektif.
"Sejak dulu saya memang memiliki mimpi untuk kuliah di luar negeri. Saya ingin belajar di lingkungan akademik yang memberikan sudut pandang lebih luas, terutama dalam bidang sosial, politik, serta penelitian sehingga dapat memperkaya wawasan dan pengalaman," ujar Affe.
Ia menilai pengalaman belajar di universitas kelas dunia akan menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun karakter pribadi. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, Affe berharap dapat membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan karier dan kontribusinya di masa depan.
Saat ini, Affe tengah mengikuti proses seleksi administrasi Beasiswa Garuda, program yang bekerja sama dengan LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program tersebut diharapkan dapat membantu pembiayaan studinya apabila nantinya memilih melanjutkan pendidikan di Kanada.
"Saya berharap dapat lolos Beasiswa Garuda sehingga bisa fokus menjalani perkuliahan dan memanfaatkan kesempatan belajar di Kanada dengan sebaik-baiknya. Dukungan beasiswa tentu akan sangat membantu dalam mewujudkan cita-cita tersebut," katanya.
Affe juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang tua, guru, serta lingkungan sekolah yang terus memberikan motivasi selama proses belajar maupun persiapan pendaftaran ke perguruan tinggi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan dan kepercayaan selama dirinya menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pati. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat untuk terus berprestasi.
Kepada para pelajar, khususnya di Kabupaten Pati, Affe mengajak agar tidak ragu mencoba berbagai peluang yang tersedia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberanian mengambil kesempatan merupakan langkah awal untuk membuka pintu kesuksesan.
"Jangan pernah takut mencoba. Kesempatan tidak akan datang dua kali jika kita tidak berani mengambilnya. Apa pun impian kita, perjuangkan dengan sungguh-sungguh karena penyesalan terbesar adalah ketika kita tidak pernah mencoba," tutur Affe.
Prestasi yang diraih Raferty Ratri Clarimond menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global. Dengan kerja keras, persiapan yang matang, serta dukungan dari keluarga dan sekolah, kesempatan menembus perguruan tinggi bergengsi dunia menjadi sesuatu yang dapat diwujudkan. Kisah Affe diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berani mengejar cita-cita hingga ke tingkat internasional. (Rds). |