Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

PD IPM Pacitan Soroti Penguatan Kaderisasi dalam Musywil Jatim

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T16:17:02Z
>

 

Pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur yang berlangsung di Gedung BBPPMPV BOE, Kota Malang, 3/7/26. Foto/PD IPM Pacitan.









Pacitansatu.com – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Pacitan menegaskan pentingnya penguatan sistem kaderisasi hingga tingkat akar rumput dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur yang berlangsung di Gedung BBPPMPV BOE, Kota Malang, pada 3–5 Juli 2026.

Forum yang mengusung tema "Kiprah Pelajar Gerbang Baru Nusantara" itu menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kebijakan IPM Jawa Timur untuk periode kepengurusan berikutnya. Seluruh delegasi PD IPM dan PC IPM dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam agenda tersebut.

Selama Musywil berlangsung, PD IPM Pacitan mengikuti seluruh rangkaian sidang organisasi, mulai dari pembahasan laporan pertanggungjawaban, sidang komisi, penyampaian rekomendasi, hingga pemilihan formatur PW IPM Jawa Timur.

Delegasi PD IPM Pacitan juga menyampaikan laporan perkembangan organisasi selama satu periode kepengurusan. Selain itu, mereka memberikan berbagai masukan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Program Kerja PW IPM Jawa Timur sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program organisasi ke depan.

Ketua Umum PD IPM Pacitan, Eki Marga Rama, mengatakan Musywil bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum menyusun arah gerakan organisasi agar mampu menjawab tantangan pelajar yang semakin dinamis.

"Kami berharap kepengurusan PW IPM Jawa Timur yang baru mampu menghadirkan gerakan yang lebih progresif dengan memperkuat sistem perkaderan secara masif mulai dari tingkat akar rumput. Regenerasi organisasi harus dibangun secara merata agar kualitas kader di seluruh daerah terus meningkat," ujar Eki, usai Musywil.

Menurutnya, penguatan kaderisasi harus berjalan beriringan dengan perluasan jejaring antarpimpinan daerah. Kolaborasi lintas daerah dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan program-program yang lebih inovatif dan berdampak bagi pelajar.

"Sinergi antarpimpinan harus terus diperkuat. Dengan kolaborasi, berbagai program kerja dapat saling mendukung dan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai wilayah Jawa Timur," katanya.

Eki juga menekankan pentingnya pendampingan organisasi yang dilakukan secara intensif, terarah, dan berkelanjutan kepada seluruh pimpinan daerah. Pendampingan tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, pola pendampingan harus disesuaikan agar perkembangan organisasi berlangsung merata hingga ke pelosok Jawa Timur," ujarnya.

Ia berharap hasil Musywil XXIV mampu melahirkan kepengurusan yang responsif terhadap kebutuhan pelajar, memperkuat sistem kaderisasi, serta menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan zaman.

Bagi PD IPM Pacitan, keikutsertaan dalam Musywil menjadi bentuk komitmen untuk terus berkontribusi dalam merumuskan kebijakan strategis organisasi. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan yang mampu memperkuat peran Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi pelajar yang progresif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. (Rds).



×
Berita Terbaru Update