Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

SABER Pacitan Mulai Pendampingan Belajar Gratis

Minggu, 12 Juli 2026 | Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T13:44:09Z
>

 

Komunitas Sahabat Belajar (SABER) Pacitan memulai program pendampingan belajar gratis melalui kegiatan sosialisasi perdana di TPA Ahbabul Shahabi, Dusun Teken, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Minggu (12/7/2026). Foto/Yudha.









Pacitansatu.com — Komunitas Sahabat Belajar (SABER) Pacitan memulai program pendampingan belajar gratis melalui kegiatan sosialisasi perdana di TPA Ahbabul Shahabi, Dusun Teken, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan bimbingan belajar berbasis masyarakat yang akan digelar secara rutin setiap pekan guna memperkuat pendidikan nonformal bagi anak-anak di lingkungan setempat.

Program tersebut diikuti santri TPA beserta orang tua, dengan menghadirkan Ketua SABER Pacitan, Aziz Dwi Laksono, sebagai narasumber utama dan didampingi guru pendamping Aprilia Ayu. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan konsep, tujuan, serta pola pelaksanaan pendampingan belajar yang mengedepankan kolaborasi antara relawan pendidikan, masyarakat, dan keluarga.

Ketua SABER Pacitan Aziz Dwi Laksono mengatakan, pembentukan komunitas Sahabat Belajar merupakan bentuk kepedulian terhadap pemerataan akses pendidikan sekaligus upaya memperkuat budaya belajar di tengah masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif.

"SABER hadir sebagai ruang belajar bersama yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin membangun semangat belajar sepanjang hayat, menumbuhkan budaya berbagi ilmu, serta mengajak masyarakat ikut berperan aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik," ujar Aziz.

Menurut Aziz, pelaksanaan kegiatan di TPA Ahbabul Shahabi menjadi titik awal pengembangan program SABER di tingkat desa. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan akademik peserta, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan melalui berbagai aktivitas edukatif.

Ia menjelaskan, program akan dilaksanakan secara bertahap dengan jadwal satu kali setiap pekan. Tahap awal difokuskan pada proses adaptasi peserta didik terhadap metode pembelajaran yang telah disusun oleh para relawan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan secara optimal.

"Kami memilih memulai secara bertahap agar anak-anak dapat beradaptasi dengan metode belajar yang menyenangkan. Harapannya, mereka tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga tumbuh rasa percaya diri, disiplin, dan semangat untuk terus belajar," katanya.

Guru pendamping Aprilia Ayu menuturkan bahwa proses pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan interaktif sehingga peserta merasa nyaman dan aktif selama mengikuti kegiatan. Metode belajar dikemas melalui permainan edukatif, diskusi, cerita inspiratif, serta pendampingan yang ramah sesuai dengan usia anak.

"Kami ingin menghadirkan proses belajar yang tidak membebani anak-anak. Melalui permainan edukatif, cerita inspiratif, diskusi, dan pendampingan yang ramah, mereka diharapkan semakin antusias mengikuti kegiatan setiap pekan," ujar Aprilia Ayu.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan visi Komunitas SABER, yakni mewujudkan masyarakat yang cerdas, berdaya, berkarakter, dan peduli melalui budaya belajar bersama sepanjang hayat. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai misi, antara lain penyediaan ruang belajar gratis, penguatan literasi, dan pengembangan potensi masyarakat melalui pendidikan nonformal.

Komunitas SABER mengusung lima nilai utama, yaitu Semangat Belajar, Aksi Sosial, Berbagi Ilmu, Edukasi Masyarakat, dan Relawan Peduli Pendidikan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan seluruh program yang menyasar anak-anak, remaja, orang tua, guru, pemuda, hingga masyarakat umum.

Berbagai program pendidikan yang diperkenalkan meliputi bimbingan belajar gratis, pendampingan tugas sekolah, kelas membaca dan berhitung, bahasa Inggris dasar, komputer dasar, rumah literasi, gerakan donasi buku, literasi digital, hingga kelas kreatif yang mencakup pelatihan public speaking, seni, desain grafis dasar, dan kewirausahaan muda.

Pada kesempatan yang sama, Lembaga Sosial Omah Balam turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyaluran amanah donatur berupa mushaf Al-Qur'an dan buku Iqra sebagai sarana pembelajaran bagi santri TPA. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran keagamaan yang menjadi bagian dari program pendampingan.

Manager Program Lembaga Sosial Omah Balam, Edi Susanto, mengatakan kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi lahirnya gerakan pendidikan berbasis masyarakat ini. Amanah dari para donatur berupa mushaf Al-Qur'an dan buku Iqra kami serahkan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak generasi memperoleh akses belajar yang berkualitas," ujar Edi Susanto.

Selain menyediakan layanan pendidikan, SABER juga mengembangkan program pembinaan karakter melalui kegiatan mengaji, kajian akhlak, pendidikan adab, bakti sosial pendidikan, santunan pendidikan, relawan mengajar, kelas inspirasi profesi, serta motivasi belajar bagi anak-anak dan remaja.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, komunitas tersebut merancang sejumlah kegiatan, di antaranya pelatihan parenting bagi orang tua, pelatihan kepemimpinan bagi pemuda, penguatan kapasitas relawan, serta pembangunan kemitraan dengan sekolah, komunitas sosial, dan berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Salah seorang orang tua peserta, Naomi Retno Pambayun, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak-anak sekaligus memperkuat pendidikan agama dan karakter di luar lingkungan sekolah.

"Hari ini pertama kali anak saya, Nala, mengikuti kegiatan mengaji di TPA Ahbabul Shahabi yang berkolaborasi dengan Sahabat Belajar SABER di Masjid Al-Ikhlas Dusun Teken. Nala terlihat senang karena bisa bertemu banyak teman dan kakak-kakak relawan yang ramah. Selain mengaji, anak-anak juga mendapatkan cerita Islami dan melaksanakan salat Ashar berjamaah. Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan positif ini," tutur Naomi Retno Pambayun.

Penyelenggara menilai keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Dukungan keluarga dinilai dapat memperkuat kebiasaan belajar anak sehingga proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga berlanjut di lingkungan rumah.

Ke depan, SABER Pacitan berencana memperluas jangkauan pendampingan ke sejumlah TPA dan lingkungan masyarakat lainnya melalui kolaborasi bersama relawan, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pacitan. Melalui gerakan bertajuk "Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, Mengabdi untuk Sesama", komunitas tersebut berharap dapat memperkuat budaya gotong royong dalam pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial melalui pembelajaran yang berkelanjutan. (Rds).


×
Berita Terbaru Update