Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Dindik Pacitan Gelar Seminar Parenting, Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T07:26:25Z
>

 

Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan menggelar Seminar Parenting: Deteksi Dini dan Optimalisasi Tumbuh Kembang pada Anak di Gedung Karya Dharma, 23/7/26. Foto/Hadi Sovi'in 








Pacitansatu.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan menggelar Seminar Parenting: Deteksi Dini dan Optimalisasi Tumbuh Kembang pada Anak di Gedung Karya Dharma, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 itu mempertemukan 181 peserta yang terdiri dari pengawas, penilik, kepala sekolah, guru PAUD, SD, SMP, serta perwakilan orang tua dari 12 kecamatan.

Seminar digelar sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Nomor 400.3.2.3/4444/408.37/2026 tertanggal 20 Juli 2026.

Acara dibuka dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan panitia, serta sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Jalannya kegiatan dipandu oleh Abdul Aziz, S.Pd.I sebagai pembawa acara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Khemal Pandu Pratikna, S.STP mengatakan tantangan pengasuhan anak saat ini menuntut keterlibatan aktif semua pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

"Anak membutuhkan dukungan yang utuh dari rumah dan sekolah. Karena itu, pemerintah terus mendorong sinergi agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Khemal dalam sambutannya.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi kebijakan daerah yang disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Pacitan. Materi tersebut menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Materi kesehatan anak disampaikan oleh dr. Septa Mariana, Sp.A., M.Biomed. Ia menjelaskan bahwa pemantauan tumbuh kembang harus dilakukan secara berkala agar setiap potensi keterlambatan perkembangan dapat diketahui lebih awal.

"Deteksi dini bukan untuk memberi label kepada anak, tetapi agar mereka mendapatkan stimulasi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya," ujar dr. Septa.

Sementara itu, dr. Roy Sugiyowantono, MM., CFP mengulas pentingnya pemenuhan nutrisi dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Ia mengingatkan bahwa pola makan bergizi seimbang tetap menjadi fondasi utama kesehatan anak.

"Pemenuhan nutrisi yang tepat merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Orang tua perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sesuai usianya," katanya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Arif Kurniawan, Ftr., M.Si mengenai deteksi dini gangguan perkembangan motorik serta teknik stimulasi yang dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah.

"Stimulasi yang dilakukan secara rutin sesuai tahapan usia akan membantu anak berkembang lebih optimal. Peran orang tua dan guru sangat menentukan keberhasilannya," tutur Arif.

Usai pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk membahas berbagai persoalan tumbuh kembang anak berdasarkan pengalaman di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi mengenai alur stimulasi anak berkebutuhan khusus (ABK) menuju kemandirian yang disampaikan PAUD Plus Az-Zalfa. Materi tersebut menekankan pentingnya layanan pendidikan yang ramah dan inklusif.

Agenda seminar juga diisi pemaparan profil perusahaan dan produk HDI oleh Asih Sitaresmi bersama dr. Roy Sugiyowantono sesuai susunan acara, sebelum dilanjutkan praktik stimulasi dini yang dipandu Arif Kurniawan hingga kegiatan berakhir.

Dari Kecamatan Pringkuku, SMP MBS Pringkuku mengirimkan Heni Sulistyowati, S.Pd., MM sebagai peserta seminar. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kapasitas pendidik dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

Menurut Heni, materi yang disampaikan narasumber memberikan perspektif baru mengenai pentingnya membangun komunikasi yang lebih erat antara sekolah dan keluarga.

"Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, seminar ini diikuti 181 peserta yang terdiri atas 13 pengawas dan penilik, 72 peserta PAUD, 24 peserta SD, serta 72 peserta SMP. Dinas Pendidikan berharap kegiatan serupa dapat memperkuat budaya pengasuhan positif sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak di Kabupaten Pacitan. (Rds).







×
Berita Terbaru Update