Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Bakar Sampah Picu Api Menjalar ke Lahan

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T06:55:50Z
>

 

Pasca kebakaran di RT 02 Dusun Salam Desa Sukodono Kecamatan Donorojo 12/9/26. Foto/Tiwi








Pacitansatu.com — Kebakaran terjadi di wilayah RT 02, Dusun Salam, Desa Sukodono, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, setelah aktivitas membakar sampah yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam menyebabkan kobaran menjalar ke sejumlah lahan warga di tengah kondisi musim kemarau.


Peristiwa tersebut bermula ketika Tiwi berada di rumah dan sedang dibantu seseorang dalam pekerjaan rumah tangga. Pada saat yang sama, ia memanfaatkan waktu untuk membersihkan sampah di sekitar rumah dengan cara membakarnya di area terbuka yang berada di dekat rumah.


Menurut keterangan Tiwi, sampah yang hendak dibakar sebelumnya telah dipisahkan menjadi tiga tumpukan. Setelah pembakaran berlangsung dan api terlihat mulai mengecil, ia meninggalkan lokasi untuk kembali melayani orang yang sedang membantunya bekerja di rumah.


Tiwi mengaku tidak menyadari bahwa bara api masih dapat memicu penjalaran. Tidak lama setelah meninggalkan lokasi pembakaran, ia mendengar suara seperti letupan dari arah sekitar rumah. Ketika diperiksa, api ternyata telah menyebar ke area di sekitarnya.


Api kemudian menjalar hingga mengenai lahan milik sejumlah warga. Dalam keterangannya, Tiwi menyebut lahan milik Prabowo, Tukar, dan Warsino turut terdampak penjalaran api tersebut.


“Awalnya sampah sudah saya pisahkan menjadi tiga tumpukan. Setelah apinya agak mati, saya tinggal karena harus kembali melayani orang yang membantu pekerjaan di rumah,” ujar Tiwi saat dimintai keterangan setelah kejadian.


Tiwi mengatakan, setelah kembali ke rumah, ia mendengar suara “pletok-pletok” dari arah lokasi pembakaran. Saat melihat kondisi di sekitar rumah, api disebut sudah menjalar ke sejumlah bagian lahan warga.


“Begitu saya sedang meletakkan sapu, terdengar suara dari sebelah rumah. Ternyata apinya sudah menjalar ke mana-mana,” katanya.


Selain berdampak pada lahan warga, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa paralon air yang berada di sepanjang jalur terdampak. Sebanyak 18 pipa dilaporkan mengalami kerusakan akibat panas api hingga meleleh.


Tiwi menyatakan kerusakan pipa tersebut telah ditangani. Pipa yang terdampak sebanyak 18 unit telah diganti dan diperbaiki sehingga jaringan air kembali seperti kondisi semula.


“Untuk pipa paralon air yang rusak, semuanya sudah saya ganti dan diperbaiki. Ada 18 paralon yang terdampak dan sekarang sudah kembali seperti sediakala,” ujar Tiwi.


Ia juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran mengenai risiko membakar sampah secara terbuka, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering akibat musim kemarau. Menurutnya, aktivitas yang semula dianggap sederhana dapat berkembang menjadi kebakaran apabila api tidak diawasi hingga benar-benar padam.


“Intinya, kejadian ini karena kelalaian membakar sampah pada musim kemarau seperti sekarang,” kata Tiwi.


Kondisi musim kemarau memang membutuhkan kewaspadaan lebih dalam setiap aktivitas yang menggunakan api di ruang terbuka. Sampah yang terbakar di sekitar lahan kering, rumput atau ilalang berpotensi memicu penjalaran api, terutama apabila terdapat hembusan angin.


Warga yang tetap melakukan pembakaran sampah di area terbuka diimbau tidak meninggalkan lokasi selama api masih menyala. Air, pasir, maupun alat pemadam api ringan dapat disiapkan sebagai tindakan antisipasi apabila api tiba-tiba membesar atau bara berpindah.


Arah dan kecepatan angin juga perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan pembakaran. Ketika angin bertiup kencang, bara api dapat berpindah dan menimbulkan titik api baru. Setelah pembakaran selesai, sisa api dan bara perlu disiram hingga benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan.


Pengelolaan sampah tanpa pembakaran juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kebakaran. Sampah organik dapat dikelola melalui pengomposan, sedangkan sampah non organik dapat dipilah dan disalurkan melalui bank sampah atau sistem pengelolaan sampah lainnya.


Peristiwa di Dusun Salam tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan menjadi penting selama musim kemarau. Penanganan terhadap kerusakan 18 pipa telah dilakukan, namun pencegahan tetap diperlukan agar aktivitas pembakaran sampah tidak kembali memicu kebakaran dan berdampak pada lahan maupun fasilitas milik warga. (Rds).


×
Berita Terbaru Update