Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Dewan Pers Anugerahi Najwa Shihab hingga Mahfud MD

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T03:40:36Z
>

 

Dewan Pers menetapkan empat penerima Anugerah Dewan Pers 2026 dalam seremoni penghargaan di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto/ istimewa 










Pacitansatu.com – Dewan Pers menetapkan empat penerima Anugerah Dewan Pers 2026 dalam seremoni penghargaan di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Penghargaan ini diberikan kepada jurnalis, perusahaan media, tokoh pers, dan figur publik yang dinilai berkontribusi terhadap kemerdekaan pers dan penguatan demokrasi di tengah tekanan disrupsi digital.

Empat penerima penghargaan tersebut adalah Najwa Shihab untuk kategori Wartawan, Project Multatuli pada kategori Perusahaan, Karni Ilyas sebagai Tokoh Pers, serta Prof. Mahfud MD untuk kategori Tokoh Bangsa.

Penyelenggaraan tahun ini mengangkat tema Kemerdekaan Pers, Jurnalisme Berkualitas, dan Keberlanjutan Media. Adapun subtema yang diusung adalah Pers Adaptif, Demokrasi Tumbuh: Merawat Kualitas di Tengah Disrupsi.

Tema tersebut dipilih di tengah meningkatnya tantangan industri media. Perkembangan teknologi digital, maraknya disinformasi, persaingan kecepatan akibat algoritma, hingga tekanan ekonomi perusahaan media dinilai memengaruhi keberlangsungan jurnalisme profesional.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan, penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap insan pers yang tetap menjaga kebebasan berekspresi dan kualitas informasi di tengah perubahan lanskap media.

Ia menilai keberadaan pers memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat melalui informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Anugerah Dewan Pers ini menunjukkan bahwa komunitas pers tetap berupaya menjaga kejernihan nalar publik dan kebebasan berpendapat di tengah disrupsi yang melanda dunia pers,” ujar Komaruddin dalam sambutannya.

Menurut Dewan Pers, penghargaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian individu, tetapi juga mengapresiasi institusi dan tokoh yang memiliki kontribusi terhadap keberlangsungan ekosistem pers nasional.

Proses penentuan penerima dilakukan melalui seleksi independen yang melibatkan sembilan anggota panitia, yakni Agung Tri Kristanto, Alissa Wahid, Bivitri Susanti, Andi Irman Idris, Oscar Motuloh, Pung Purwanto, Soemarsono, Wahyu Triyogo, dan Edy Yoga.

Kategori Wartawan diberikan untuk mengapresiasi karya jurnalistik yang memiliki dampak luas selama dua tahun terakhir. Penilaian mencakup berbagai produk jurnalistik, mulai dari tulisan, fotografi, video, hingga karya jurnalistik radio.

Sementara itu, kategori Perusahaan menyasar institusi media yang memiliki tata kelola profesional, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memperhatikan kesejahteraan jurnalis. Adapun kategori Tokoh Pers ditujukan kepada figur yang memiliki sumbangsih penting dalam perjalanan dan pembaruan dunia jurnalistik.

Berbeda dari kategori lainnya, penghargaan Tokoh Bangsa diberikan kepada figur di luar industri media yang dinilai berperan dalam melindungi kebebasan pers dan memperjuangkan transparansi informasi. Dukungan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kemerdekaan pers.

Di luar pemberian penghargaan, Dewan Pers bersama Kementerian Sosial turut memberikan tali asih dan piagam kepada lima jurnalis yang hilang saat menjalankan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Kelima jurnalis tersebut ialah M Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews TV, Firdaus atau Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers sekaligus Ketua Panitia Anugerah Dewan Pers 2026, Maha Eka Swasta, menyebut pemberian penghormatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap jurnalis yang menghadapi risiko dalam menjalankan tugas profesinya.

“Penghargaan dan tali asih ini menjadi bentuk solidaritas serta apresiasi atas pengabdian mereka. Ini juga mengingatkan bahwa pekerjaan jurnalistik tidak selalu berlangsung dalam situasi yang aman,” kata Maha.

Penyelenggaraan Anugerah Dewan Pers 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan kembali hubungan antara kemerdekaan pers dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Dewan Pers berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat komitmen insan media untuk mempertahankan independensi, profesionalisme, dan etika jurnalistik. Di tengah derasnya arus informasi digital, akurasi dan kepercayaan publik dinilai tetap menjadi fondasi utama keberadaan pers. (Rds). 

×
Berita Terbaru Update