Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Pringkuku. Dalam MTQ Tingkat Kabupaten Pacitan 14/10/26. foto/ Hadi
Pacitansatu.com – Kerja keras dalam pembinaan dan latihan membuahkan hasil bagi Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Pringkuku. Dalam MTQ Tingkat Kabupaten Pacitan 2026 yang hasilnya diumumkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, kontingen ini berhasil membawa pulang lima piala dari sejumlah cabang perlombaan.
Lima penghargaan tersebut diraih melalui cabang Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), dan MTQ Dewasa Putri. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga menunjukkan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak dalam menumbuhkan generasi Qur’ani.
Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, menyampaikan terima kasih kepada para peserta dan pembimbing yang telah mempersiapkan diri melalui latihan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan semata-mata pencapaian individu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan pembimbing yang sejak awal telah rajin berlatih sehingga bisa meraih juara. Ini adalah hasil kerja keras kita semua,” ujar Widhi.
Adapun lima prestasi yang diraih meliputi juara kedua Tartil Putra oleh Kenzie Assobirin, juara kedua Tartil Putri oleh Kenzie Fizza Al Naira, serta juara ketiga MHQ 10 Juz Putri yang diraih Devi Karunia Putri.
Dua penghargaan lainnya diperoleh Muhammad Zain Al Khoiri yang meraih juara ketiga MHQ 5 Juz Putra dan Raden Dina Putri Brilian yang meraih juara kedua MTQ Dewasa Putri.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pringkuku, Purwoko Supriyadi, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Hasil yang diraih para peserta menjadi kabar menggembirakan bagi upaya pengembangan kegiatan keagamaan di wilayah Pringkuku.
Dukungan juga datang dari Anas Zaenuri selaku pembina pendamping. Ia memberikan motivasi kepada Kenzie Assobirin dan Kenzie Fizza Al Naira agar tetap bersemangat meningkatkan kemampuan setelah meraih juara kedua pada cabang Tartil Al-Qur’an.
“Terus semangat, Nak. Kalian sekarang meraih juara kedua. Semoga pada kesempatan berikutnya bisa mendapatkan juara pertama,” tutur Anas.
Bagi Sugiarti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pringkuku, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan yang diberikan selama proses persiapan. Ia secara khusus mengapresiasi peran Camat Pringkuku yang telah membantu memfasilitasi kebutuhan kafilah, termasuk dukungan pendanaan dan pendampingan sejak masa pembinaan hingga pelaksanaan lomba.
“Di balik prestasi ini, kami sebagai pendamping tidak akan melupakan sosok Ibu Camat yang luar biasa. Terima kasih telah memfasilitasi, mendukung pendanaan, dan setia mendampingi kami sejak awal pembinaan sampai hari pelaksanaan,” ungkap Sugiarti.
Ia menilai dukungan tersebut memberikan semangat bagi para peserta dan pendamping untuk menjalani seluruh tahapan perlombaan. Sugiarti berharap Camat Pringkuku beserta seluruh jajaran kecamatan senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Pengalaman menarik datang dari Raden Dina Putri Brilian. Peraih juara kedua MTQ Dewasa Putri itu mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri ketika menghadapi sesi tambahan dalam perlombaan. Pada sesi tersebut, ia harus membaca ayat Al-Qur’an yang ditentukan dewan juri dengan waktu persiapan untuk menentukan lagu hanya lima menit.
Situasi tersebut membuat Dina sempat merasa tidak mampu melanjutkan penampilan. Bahkan, ia mengaku hampir mengundurkan diri. Namun, dorongan dari kakaknya, Bayu Ikrar Nagara, membuatnya kembali menguatkan tekad untuk tampil sebaik mungkin.
“Sempat merasa tidak bisa dan hampir mundur. Namun, karena didorong oleh Pak Bayu Ikrar Nagara, kakak saya, akhirnya saya tetap tampil maksimal,” ungkap Dina.
Kisah Dina memperlihatkan bahwa kesiapan mengikuti perlombaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga keberanian menghadapi tekanan. Dukungan orang terdekat dapat menjadi penguat ketika seseorang berada dalam situasi yang menguji keyakinan terhadap kemampuannya sendiri.
Sementara itu, Syukriya selaku pembina Devi Karunia Putri pada cabang MHQ 10 Juz Putri mengungkapkan kebahagiaannya atas keberhasilan anak didiknya meraih juara ketiga. Apresiasi serupa disampaikan Sarip Husen, pembina Muhammad Zain Al Khoiri pada cabang MHQ 5 Juz Putra, yang memberikan penghargaan atas ketekunan peserta dalam menjalani latihan.
Hadi Sovi’in selaku pendamping juga menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian Kafilah MTQ Kecamatan Pringkuku. Ia menjadi salah satu pihak yang menyaksikan perjuangan peserta dalam mengikuti kompetisi tingkat kabupaten tersebut.
Lima piala yang diraih diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Pringkuku untuk terus belajar, menghafal, memahami, dan mencintai Al-Qur’an. Pembinaan yang konsisten serta dukungan dari keluarga, pembimbing, dan pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan upaya tersebut. (Rds).
|