Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Santri Pringkuku Berdoa di Tengah Kemarau

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T07:53:20Z
>

Apel upacara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22/10/26. Foto/ Hadi Sovi'in 









Pacitasatu.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026), diawali dengan salat istisqa untuk memohon hujan di tengah musim kemarau. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Pringkuku itu dilanjutkan dengan pertemuan antarpesantren, apel peringatan, dan ziarah makam ulama.

Salat istisqa dimulai sekitar pukul 07.07 WIB dengan diikuti kiai, santri, tokoh agama, guru, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pringkuku. Doa bersama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar keagamaan dalam menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Seusai salat, kegiatan dilanjutkan dengan ta’aruf atau perkenalan antarpesantren dan lembaga pendidikan Islam di wilayah Pringkuku. Para santri berkesempatan berinteraksi dengan peserta dari lembaga lain sekaligus memperluas hubungan di lingkungan pendidikan keagamaan.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan penampilan kreativitas santri. Selain menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, kegiatan ini diarahkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun hubungan antarlembaga pendidikan Islam.

Agenda berikutnya adalah apel Hari Santri Nasional 2026 dengan Camat Pringkuku Widhi Kusumaningtyas sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia mengingatkan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.

Widhi mengatakan, pendidikan di pesantren perlu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut dia, santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui pengabdian, perilaku yang baik, dan keterlibatan dalam pembangunan.

“Santri harus menjadi bagian dari pembangunan dengan menjaga persatuan, menjunjung tinggi akhlak, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, khususnya Kecamatan Pringkuku dan Kabupaten Pacitan,” ujar Widhi dalam amanatnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan tersebut dinilai diperlukan agar santri dapat mengikuti perkembangan zaman dan menghadapi persaingan di tingkat global.

Pesan itu menempatkan pendidikan santri dalam cakupan yang lebih luas, yakni perpaduan antara pembentukan karakter, pendalaman agama, dan pengembangan pengetahuan. Bekal tersebut diperlukan agar lulusan pesantren dapat mengambil peran di berbagai bidang kehidupan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikannya.

Setelah apel, peserta mengikuti ziarah ke makam ulama yang dikenal dengan nama Kiai Umar Syahid atau Umar Tumbu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang jasa tokoh agama yang dikaitkan dengan perjuangan dan penyebaran Islam di Pacitan.

Ziarah menjadi bagian dari upaya merawat ingatan terhadap peran ulama dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Bagi generasi santri, penghormatan terhadap para pendahulu juga dapat menjadi sarana mengenali sejarah serta meneladani nilai pengabdian yang diwariskan.

Rangkaian peringatan tersebut menggabungkan kegiatan keagamaan, silaturahmi antarlembaga pendidikan, penguatan pesan kebangsaan, dan penghormatan terhadap ulama. Setiap agenda menghadirkan ruang yang berbeda bagi santri untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus memahami tanggung jawabnya di tengah masyarakat.

Pelaksanaan salat istisqa pada awal kegiatan turut memberi konteks tersendiri bagi peringatan tahun ini. Di tengah kemarau, doa bersama menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat, meskipun upaya menghadapi kekeringan juga memerlukan langkah nyata sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

Sementara itu, pertemuan antarpesantren membuka kesempatan untuk memperluas komunikasi di antara lembaga pendidikan Islam. Hubungan tersebut berpotensi mendukung kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, pengembangan kreativitas, dan pengabdian sosial.

Peringatan Hari Santri Nasional di Pringkuku berlangsung dengan tertib dan khidmat berdasarkan keterangan penyelenggaraan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga agenda penutup berupa ziarah makam ulama.

Melalui peringatan ini, pesan yang disampaikan pemerintah kecamatan menegaskan harapan agar santri mampu memadukan akhlak, pengetahuan, dan kepedulian sosial. Peran tersebut diharapkan dapat mendukung kemajuan masyarakat Pringkuku dan Kabupaten Pacitan, sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam kehidupan kebangsaan. (Hs). 

 

×
Berita Terbaru Update