Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

PYICTION Pringkuku Lahirkan Juara, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T04:47:27Z
>

 

Kompetisi Pacitan Youth Islamic Competition (PYICTION) tingkat Kecamatan Pringkuku 20/10/26. Foto/Hadi Sovi'in 









Pacitansatu.com – Kompetisi Pacitan Youth Islamic Competition (PYICTION) 2026 tingkat Kecamatan Pringkuku melahirkan sembilan juara dari tiga cabang perlombaan, yakni Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), pidato dai cilik (Pildacil), dan kaligrafi. Para peraih juara pertama akan mewakili Kecamatan Pringkuku dalam kompetisi tingkat Kabupaten Pacitan pada 25 Oktober 2026.

Perlombaan yang digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pringkuku, Selasa, 20 Oktober 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan sekaligus mengukur kesiapan menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, berharap para peserta dapat mengikuti perlombaan secara maksimal. Ia menilai kompetisi ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat kabupaten.

“Anak-anak diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Mereka yang menjadi juara nantinya akan mewakili Kecamatan Pringkuku di tingkat Kabupaten Pacitan,” ujar Widhi.

Senada dengan itu, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Pringkuku, Asmuri, meminta peserta dari setiap sekolah untuk mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Ia mengingatkan bahwa keberanian tampil dan kepercayaan diri merupakan bagian penting dalam proses belajar melalui kompetisi.

Asmuri juga berharap peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurut dia, pengalaman bertanding dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan membangun mental siswa.

“Peserta harus mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh, percaya diri, dan tidak takut kalah. Semoga mereka mendapatkan hasil terbaik serta mampu membawa nama baik sekolah dan Kecamatan Pringkuku,” kata Asmuri.

Ketua panitia, Barlianta Dwi Muhammad, S.Pd., turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan PYICTION 2026. Ia menyampaikan terima kasih kepada dewan juri, guru pendamping, panitia, serta pihak lain yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.


Barlianta Dwi Muhammad berharap persiapan yang telah dilakukan para siswa dapat membuahkan hasil sesuai harapan. Ia juga menilai kerja sama antara sekolah dan penyelenggara diperlukan untuk mendukung keberhasilan kegiatan pendidikan dan keagamaan tersebut.

“Semoga latihan yang telah dilakukan peserta dapat memberikan hasil maksimal. Kami berterima kasih kepada dewan juri, guru pendamping, dan seluruh panitia yang telah bekerja sama menyukseskan perlombaan ini,” ujarnya.

Dari cabang MHQ, Abhirama El Zahfran P. dari SDN Watukarung berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Rafello Arnawarma S. A. dari SDN Poko, sedangkan Noureen Mikhayla dari SDN 1 Jlubang meraih juara ketiga.

Pada cabang Pildacil, Alfiyyah Dhiya Syafaqoh dari SDN 3 Dersono keluar sebagai juara pertama. Velma Tatyana A. dari SDN 1 Tamansari menempati posisi kedua, disusul M. Irfan Rasyid dari SDN 2 Candi di peringkat ketiga.

Sementara itu, Icha Heppy Ramadhani dari SDN 3 Pelem meraih juara pertama cabang kaligrafi. Lafina Haraning Anandhita dari SDN 2 Dadapan berada di posisi kedua, sedangkan Hayyu Qaireen Sharifa Ulya dari SDN Sobo menempati peringkat ketiga.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Dhina Fitria, berharap PYICTION dapat memperkuat pembelajaran agama di sekolah dasar. Menurut dia, pendidikan perlu berjalan seimbang dengan pembentukan akhlak serta penanaman kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Harapannya, kegiatan ini semakin memotivasi guru dalam mengajarkan Pendidikan Agama Islam. Anak-anak tidak hanya perlu memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga akhlak yang baik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” tutur Dhina.

Dhina juga mendorong Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD untuk mengadakan pelatihan khusus bagi siswa yang berpotensi mengikuti kompetisi. Program tersebut diharapkan mencakup hafalan Al-Qur’an, pidato Islami, dan seni kaligrafi.

Menurut Dhina, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dapat membantu calon peserta meningkatkan keterampilan sebelum mengikuti perlombaan. Dengan demikian, persiapan siswa tidak hanya bergantung pada latihan menjelang kompetisi.

“Ke depan, kami berharap ada pelatihan MHQ, Pildacil atau pidato Islami, serta kaligrafi yang diselenggarakan KKG PAI SD. Pembinaan seperti ini penting agar calon peserta memiliki bekal yang lebih baik,” katanya.

Para juara pertama dari ketiga cabang tersebut selanjutnya dijadwalkan mewakili Korwil Pendidikan Kecamatan Pringkuku dalam PYICTION tingkat Kabupaten Pacitan pada Ahad, 25 Oktober 2026. Mereka akan membawa hasil seleksi tingkat kecamatan untuk bersaing dengan peserta dari wilayah lain.

Penyelenggaraan PYICTION diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga mendorong pembinaan kemampuan keagamaan siswa sekolah dasar secara berkelanjutan. Dukungan sekolah, guru, dan KKG PAI menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi siswa, baik dalam menghafal Al-Qur’an, menyampaikan dakwah, maupun menekuni seni kaligrafi. (Hs). 

×
Berita Terbaru Update