Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Menjawab Dinamika Zaman, Muhammadiyah Pacu Standar Kualitas Pendidikan

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T07:53:06Z
>

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026). Foto/istimewa











Pacitansatu.com — Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pendidikan mendorong persyarikatan Muhammadiyah untuk terus melakukan pembaruan layanan dan sarana pendidikan. Muhammadiyah dinilai tidak boleh terjebak dalam zona nyaman keberhasilan masa lalu, melainkan harus terus menghadirkan ikhtiar nyata melalui penguatan ekosistem belajar yang relevan dengan tuntutan zaman.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat memberikan amanat pada acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).

Pembangunan sekolah yang diinisiasi atas kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut menjadi bagian dari strategi merespons dinamika sosial serta tuntutan kualitas pendidikan di atas rata-rata (quality excellence).

"Masyarakat selalu menuntut lebih, lebih, dan lebih. Itulah yang disebut quality excellence, kualitas yang unggul di atas rata-rata," kata Haedar.

Haedar mengungkapkan, selama lebih dari satu abad berkiprah, Muhammadiyah telah membangun fondasi kuat melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Namun, dinamika kehidupan masyarakat yang kian kompleks menuntut hadirnya pembinaan dan pemikiran yang berorientasi ke masa depan.

Melampaui Bangunan Fisik

Menurut Haedar, kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak boleh hanya diukur dari megahnya fasilitas fisik. Keunggulan sejati terletak pada daya dukung ekosistem belajar secara menyeluruh, mulai dari perancangan kurikulum, kapasitas tenaga pendidik, pembentukan karakter, hingga proses pembelajaran yang substantif.

Oleh karena itu, Muhammadiyah mendorong agar pengelolaan SMP MSUS dirancang secara matang sejak awal guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

"Pendidikan merupakan pilar strategis bagi kemajuan bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh bangunan fisik, tetapi juga membutuhkan ekosistem dan proses pendidikan yang berkualitas," tutur Haedar.

Ia juga menyentil bahaya kepuasan diri yang dapat meninabokukkan organisasi. Menerima tantangan baru dan berani keluar dari zona nyaman dianggap sebagai sarana penting untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitas tata kelola pendidikan Muhammadiyah.

Rasionalitas di Tengah Riuh Media Sosial

Di hadapan para tamu undangan dan pengelola lembaga, Haedar menyinggung fenomena dinamika sosial masa kini, khususnya di ruang digital. Di era media sosial, kritik acapkali disajikan secara instan dan dijadikan komoditas untuk menarik perhatian publik, tanpa melihat proses panjang dan kerja keras di baliknya.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar para pengelola pendidikan tidak patah semangat menghadapi sorotan media sosial. Sikap kritis masyarakat hendaknya disikapi secara dewasa, sembari terus berfokus pada kerja-kerja nyata.

"Jangan pernah merasa kecil hati ketika apa yang kita bangun mendapat kritik. Itu hal yang biasa," ujarnnya. Ia menambahkan, kesuksesan yang berkelanjutan tidak pernah lahir dari proses serba instan.

Dedikasi untuk Kemanusiaan

Melalui perluasan ekspansi pendidikan ini, Haedar menegaskan kembali komitmen kebangsaan persyarikatan. Peningkatan kualitas amal usaha Muhammadiyah tidak ditujukan semata untuk kepentingan internal organisasi, melainkan sebagai sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan universal.

"Percayalah, Muhammadiyah bukan untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta," pungkas Haedar.

Pembangunan gedung SMP MSUS berstandar internasional ini turut mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, UMY, hingga Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai bagian dari penguatan pilar pendidikan nasional di Yogyakarta. (Rds). 



×
Berita Terbaru Update