>
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam (14–15 Februari 2026) ini mengusung sistem asrama. Para peserta diwajibkan menginap untuk mengikuti rangkaian agenda yang padat, mulai dari materi ideologi di dalam ruangan hingga olahraga gembira di luar ruangan.
Siapkan Estafet Kepemimpinan
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pacitan, Hj. Supadmini, S.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akar rumput organisasi.
"Kami ingin menumbuhkan kemandirian dan kesiapan kader. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bekal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Aisyiyah ke depan," ujarnya.
Tak hanya soal kepemimpinan, Baitul Arqom kali ini juga fokus pada pemurnian ajaran Islam dan penguatan organisasi. Targetnya ambisius: munculnya ranting-ranting baru atau Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di bawah koordinasi Cabang (PCA).
Gembleng Kompetensi dan Spiritual
Selama dua hari, para peserta digembleng dengan berbagai materi krusial. Mulai dari pembangunan komitmen kader, sistem pengkaderan, hingga pembahasan Masailul Khams. Tidak ketinggalan, materi Thaharatul Qulub diberikan untuk menyentuh sisi spiritualitas para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan anak usia dini tersebut.
Beberapa tokoh kunci PDA Pacitan turun langsung sebagai narasumber, di antaranya:
Hj. Dra. Siti Qomariyah (Wakil Ketua PDA)
Hj. Yayun Mu’tasimah (Wakil Ketua PDA)
Farida Ismawati, S.Ag., M.Si. (Wakil Ketua PDA)
Nurhayati, M.Pd. (Sekretaris PDA)
Hj. Dra. Sri Agustiningsih (Ketua MPK PDA)
Bangun Kedekatan Lewat Olahraga
Meski sarat dengan materi serius, suasana cair tetap terbangun. Panitia menyelipkan sesi Olahraga Gembira untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antarpeserta. Momen ini menjadi ajang bagi para guru BA Aisyiyah untuk melepas penat sekaligus membangun jejaring yang lebih solid.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para kader tidak hanya mahir dalam mengelola amal usaha Aisyiyah, tetapi juga memiliki kesadaran berorganisasi yang tinggi demi kemajuan perempuan di Kabupaten Pacitan. (BSU)


