>
![]() |
| Foto bersama dihalaman sekolah SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku 7/4/26 (Doc. MBS Pringkuku). |
Pacitan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara nasional resmi digelar pada 6–7 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi capaian akademik peserta didik di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan TKA berlangsung serentak di berbagai daerah dengan sistem berbasis komputer. Ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam sejumlah mata pelajaran yang telah ditetapkan secara nasional. Di Kabupaten Pacitan, SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku turut ambil bagian dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Sebanyak 14 siswa dari sekolah tersebut terdaftar sebagai peserta ujian. Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku, Hadi Sovi’in, S.Pd.I, bertindak sebagai penanggung jawab tingkat satuan pendidikan dalam kegiatan tersebut. Ia memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai prosedur yang telah ditentukan. “Pelaksanaan TKA ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk mengukur kemampuan akademik mereka secara objektif. Kami telah melakukan berbagai persiapan agar kegiatan berjalan lancar dan sesuai standar,” ujar Hadi Sovi’in. Pelaksanaan TKA di sekolah tersebut didukung oleh tim teknis yang telah ditunjuk. Wahyu Rusita Indraswari, S.Pd, bertugas sebagai proktor yang mengelola sistem ujian berbasis komputer. “Kami memastikan sistem ujian berjalan dengan baik, mulai dari login peserta hingga pengumpulan jawaban. Sejauh ini tidak ada kendala teknis yang berarti,” kata Wahyu Rusita Indraswari. Selain itu, Khoirul Anwar, S.Pd, menjalankan peran sebagai teknisi. Ia bertanggung jawab memastikan perangkat keras dan jaringan tetap stabil selama pelaksanaan ujian berlangsung. “Persiapan perangkat dan jaringan telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Selama ujian berlangsung, kami terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas sistem,” ungkap Khoirul Anwar. Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara ketat. Endang Ekowati, SH, dari SMP Negeri 1 Pringkuku, ditunjuk sebagai pengawas ruang ujian. “Pelaksanaan ujian berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Peserta menunjukkan kedisiplinan yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tutur Endang Ekowati. Pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan lancar. Para peserta hadir tepat waktu dan mengikuti arahan panitia sebelum memulai ujian. Secara umum, TKA memiliki tujuan utama untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, terutama dalam aspek penalaran, pemahaman, dan penguasaan materi berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Selain itu, TKA juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi capaian belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat penguasaan materi sekaligus menjadi dasar perbaikan proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya itu, TKA dimanfaatkan sebagai alat pemetaan mutu pendidikan. Data hasil ujian digunakan oleh satuan pendidikan maupun instansi terkait untuk mengidentifikasi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Dalam konteks yang lebih luas, TKA juga memiliki peran sebagai validator prestasi akademik siswa. Hasilnya dapat menjadi data pendukung dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, termasuk perguruan tinggi, sehingga proses seleksi menjadi lebih adil dan terstandar. Dengan selesainya pelaksanaan TKA selama dua hari, seluruh peserta diharapkan memperoleh hasil optimal. Sekolah pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi yang dihasilkan dari pelaksanaan ujian tersebut. (af) |



