Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Ekoteologi dan Amanah Lingkungan Menggema di Pacitan

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T08:16:24Z
>

 

Foto bersama Pimpinan Daerah/Wilayah Muhammadiyah Kabupaten Pacitan dan Propinsi Jawa Timur penyampaian apresiasi juara 1 tahfidz quran mi muhammadiyah Ngadirejan Kecamatan Pringkuku 


Pacitan, 4 April 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan kajian ekoteologi dan tugas kekhalifahan, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” sebagai upaya memperkuat kesadaran spiritual dan tanggung jawab lingkungan.

Acara yang berlangsung khidmat dengan dipandu oleh pembawa acara, Ustadz Hadi Sovi’in, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku. Ia mengarahkan jalannya kegiatan secara tertib dan sistematis sejak awal hingga akhir acara.

Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswi MI Muhammadiyah Ngadirejan, Ariana Auliaurrahmah. Ia merupakan Juara 1 Gema Tahfidz Madiun Raya 2026 yang turut mengharumkan nama madrasah dan Muhammadiyah.

Ketua PDM Kabupaten Pacitan, Suprayitno Ahmad, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa ekoteologi Islam memandang pelestarian alam sebagai amanah spiritual yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Menurutnya, manusia sebagai khalifah fil ardh memiliki kewajiban menjaga keseimbangan lingkungan, memakmurkan bumi, serta menghindari berbagai bentuk kerusakan yang dapat merusak tatanan alam.

Ia juga menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk ibadah nyata, bukan sekadar aktivitas sosial. Oleh karena itu, eksploitasi sumber daya alam demi kepentingan sesaat harus dihindari.

Dalam kesempatan tersebut, Suprayitno turut menyampaikan apresiasi atas prestasi Ariana Auliaurrahmah yang dinilai membanggakan keluarga, madrasah, dan persyarikatan Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Lazismu, Agus Hadi Prabowo, M.Pd., memberikan penghargaan kepada siswa tahfidz Al-Qur’an dari MI Muhammadiyah Ngadirejan dan MI Muhammadiyah Baleharjo (MI ADAB) sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian ekoteologi dan kekhalifahan yang menghadirkan Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd., serta drh. Zainul Muslimin sebagai pemateri. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Bendahara PDM, Nurul Hadi Mustofa atau yang akrab disapa Gusmuss.

Dalam paparannya, Dr. Ahmadi menjelaskan konsep utama ekoteologi yang menempatkan manusia sebagai pengelola bumi, bukan pemilik mutlak atas sumber daya alam.

Ia merujuk pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 30 yang menegaskan bahwa manusia diberi amanah untuk menjaga bumi dan tidak membuat kerusakan di dalamnya.

Lebih lanjut, Dr. Ahmadi menyampaikan bahwa lingkungan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Tuhan yang harus dijaga keberlanjutannya demi generasi mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian integral dari iman yang mencakup prinsip tauhid, keadilan, amanah, dan keseimbangan dalam kehidupan.

Selain itu, tugas kekhalifahan mencakup pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, pencegahan kerusakan ekosistem, serta menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Dr. Ahmadi menambahkan bahwa pendidikan menjadi instrumen penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, drh. Zainul Muslimin menyoroti pentingnya menjaga alam dalam perspektif teologi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an.

Ia menyampaikan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat dari perbuatan manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Menurutnya, kata “tangan” dalam ayat tersebut tidak hanya bermakna fisik, tetapi juga melambangkan kekuasaan manusia yang berpotensi disalahgunakan.

Zainul juga menegaskan bahwa bumi pada dasarnya diciptakan dalam keadaan baik dan seimbang, sehingga manusia dilarang merusaknya setelah Allah memperbaikinya.

Ia turut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa setiap amal kebaikan, termasuk menanam tanaman, akan bernilai pahala bagi umat Islam.

Menurutnya, sekecil apa pun kontribusi dalam menjaga lingkungan tetap memiliki nilai ibadah dan tidak boleh diabaikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan, majelis PDM, sesepuh Muhammadiyah, serta organisasi otonom seperti Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Tapak Suci.

Selain itu, hadir pula unsur Lazismu, Kokam, MDMC, serta pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pacitan yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, PDM Pacitan berharap nilai-nilai ekoteologi dan kesadaran kekhalifahan dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Momentum halal bihalal ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman. (af)


×
Berita Terbaru Update