Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

SMP MBS Pringkuku Gandeng BPR PURI ARTHA Pacitan, Tanamkan Budaya Menabung dan Literasi Keuangan Sejak Dini

Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T09:00:55Z
>

 

Simbolik kerjasama SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku dengan BPR PURI ARTHA Pacitan 13/5/26.




Pacitansatu.com — SMP MBS Pringkuku bekerja sama dengan BPR PURI ARTHA PACITAN menggelar kegiatan Inklusi Menabung Sejak Dini di aula sekolah setempat, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa, dewan guru, dan staf sekolah sebagai upaya menanamkan budaya literasi keuangan serta kebiasaan menabung sejak usia sekolah menengah pertama.

Program edukasi keuangan itu menghadirkan tim dari BPR PURI ARTHA PACITAN yang memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan uang saku, fungsi tabungan, hingga perencanaan investasi sederhana untuk masa depan pelajar. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan praktik pembukaan rekening pelajar secara simbolis.

Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi’in, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran finansial siswa sejak dini. Menurut dia, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi.

Dalam sambutannya, Hadi Sovi’in mengapresiasi keterlibatan langsung pihak perbankan yang hadir memberikan edukasi kepada peserta didik di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan menabung tumbuh menjadi budaya di kalangan pelajar.

“Kami sangat mengapresiasi BPR PURI ARTHA PACITAN yang hadir langsung ke sekolah. Semoga melalui kegiatan ini, Bapak/Ibu guru dan seluruh siswa bisa membiasakan diri menabung. Kecil nilainya tidak masalah, yang penting konsisten. Ini adalah investasi masa depan anak-anak kita,” ujar Hadi Sovi’in dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi penguatan literasi keuangan di lingkungan pendidikan. Dalam sesi edukasi, siswa diberikan penjelasan mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, cara menyisihkan uang saku secara rutin, serta manfaat menabung untuk kebutuhan pendidikan di masa mendatang.

Tim dari BPR PURI ARTHA PACITAN juga menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang bertujuan memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar. Melalui program itu, siswa diharapkan mulai mengenal layanan perbankan secara sederhana dan aman sejak usia dini.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembukaan rekening pelajar secara simbolis. Dalam sesi tersebut, sejumlah siswa menerima buku tabungan dan celengan edukatif yang disiapkan pihak bank sebagai sarana pembelajaran menabung secara langsung.

Suasana kegiatan berlangsung antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi tanya jawab terkait cara mengatur uang saku harian, manfaat menabung di bank, hingga pentingnya memiliki tujuan keuangan sejak usia sekolah.

Salah satu siswa kelas IX, Dimitri Khoirunnas, mengaku memperoleh pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan sebelumnya belum memahami cara menabung yang baik dan terencana.

“Ternyata menabung itu mudah. Uang jajan bisa disisihkan sedikit-sedikit untuk kebutuhan sekolah nanti,” kata Dimitri kepada panitia kegiatan.

Menurut pihak sekolah, kebiasaan menabung dinilai penting untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa. Dengan memahami pengelolaan keuangan sejak dini, pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak pada masa mendatang.

Kegiatan edukasi keuangan di lingkungan sekolah juga dipandang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat modern yang menuntut kemampuan literasi finansial sejak usia muda. Sekolah menilai penguatan wawasan keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Melalui kerja sama tersebut, SMP MBS Pringkuku berharap peserta didik tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan pribadi secara mandiri. Pihak sekolah menilai keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan finansial perlu dibangun secara bersamaan.

Sementara itu, pihak BPR PURI ARTHA PACITAN menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program edukasi keuangan di lingkungan pendidikan. Kolaborasi dengan sekolah dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang lebih sadar finansial dan terbiasa menyiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung.

Penulis: Wahyu Rusita


×
Berita Terbaru Update