Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Keren! Grup Rebana MIM 3 Padi Ini Aktif Dakwah dari Hajatan sampai Festival Kabupaten

Kamis, 28 Mei 2026 | Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T15:49:11Z
>

Group rebana Kidung Sukmo MIM 3 Padi, 28/5/26. Doc.MIM3Padi/Pacitansatu.com










Pacitansatu.com -Grup rebana “Kidung Sukmo” dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 3 Padi terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pembelajaran seni Islami sekaligus media dakwah bagi siswa madrasah. Pada Rabu (28/5/2026), grup rebana tersebut tampil mengisi acara tasyakuran aqiqah di kediaman keluarga Widuri Wulandari di Dusun Sukorejo, Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi ekstrakurikuler madrasah yang tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan siswa, tetapi juga pembentukan karakter, kepercayaan diri, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Penampilan rebana dalam kegiatan sosial dan keagamaan dinilai mampu mempererat hubungan antara madrasah dengan lingkungan sekitar.


Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 3 Padi Bambang Sutaryo, S.Pd.I mengatakan kegiatan ekstrakurikuler menjadi sarana penting dalam mengembangkan potensi siswa di luar pembelajaran formal di kelas. Menurutnya, madrasah berupaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang melalui seni, olahraga, maupun kegiatan keagamaan.


“Ekstrakurikuler bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga media pembentukan akhlak, kedisiplinan, kerja sama, dan dakwah Islam yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (28/5/2026).


Ia menjelaskan, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 3 Padi memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dan rutin dikembangkan. Pada bidang seni, madrasah membina kegiatan tari, menyanyi, reog, rebana, hingga marching band. Sementara pada bidang olahraga, sekolah juga aktif mengembangkan cabang bola voli sebagai sarana pembinaan bakat dan kesehatan siswa.


Grup rebana “Kidung Sukmo” sendiri menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan madrasah yang cukup aktif tampil di berbagai kegiatan masyarakat. Selain mengisi acara aqiqah dan hajatan warga, grup tersebut juga kerap diundang dalam kegiatan keagamaan dan acara resmi di lingkungan pendidikan maupun pemerintahan.


Menurut pihak sekolah, grup rebana tersebut beberapa kali mengikuti berbagai festival dan perlombaan tingkat daerah. Salah satu capaian terbaru ialah meraih Juara Harapan 1 dalam Festival Rebana Klasik tingkat SD/MI se-Kabupaten Pacitan pada rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Kabupaten Pacitan.


Prestasi tersebut dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan seni Islami secara positif. Pihak madrasah juga berharap pencapaian itu dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya bernuansa religius.


Guru pendamping rebana, Mushlihah, S.Pd dan Siti Ramadhani, S.Pd mengatakan pembinaan dilakukan secara rutin melalui latihan terjadwal di lingkungan madrasah. Selain melatih kemampuan musikal, para siswa juga dibimbing mengenai etika tampil, kekompakan tim, serta sikap disiplin selama mengikuti kegiatan.


“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa memainkan alat rebana, tetapi juga belajar tanggung jawab, percaya diri, dan menjaga sikap saat berada di tengah masyarakat,” kata Mushlihah.


Pada penampilan tasyakuran aqiqah di Desa Nglaran, grup “Kidung Sukmo” membawakan sejumlah lagu bernuansa Islami dan shalawat yang disambut antusias tamu undangan. Penampilan para siswa tersebut menjadi hiburan religius sekaligus bagian dari syiar keagamaan di lingkungan masyarakat setempat.


Adapun personel grup rebana “Kidung Sukmo” terdiri atas Aditya Nofal Riski, Ahmad Dwi Rafiansyah, Wildan Arta Romadhon, Muhammad Zidan, Fiko Yoga Saputra, dan Asmya Raisya Annur. Para siswa tersebut merupakan peserta didik aktif yang selama ini rutin mengikuti pembinaan ekstrakurikuler di madrasah.


Kegiatan ekstrakurikuler berbasis seni Islami seperti rebana dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik di era perkembangan teknologi dan media sosial saat ini. Melalui kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk memanfaatkan waktu luang secara positif sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial.


Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk pembelajaran langsung mengenai interaksi sosial, pelayanan kepada masyarakat, dan penguatan budaya gotong royong yang masih hidup di lingkungan pedesaan.


Pihak madrasah berharap dukungan orang tua dan masyarakat terhadap kegiatan ekstrakurikuler terus meningkat sehingga potensi siswa dapat berkembang secara optimal. Madrasah juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang pembinaan bakat dan prestasi agar peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang kreatif, religius, dan berkarakter. (Rds)


 

×
Berita Terbaru Update