>
![]() |
| Juara 1 turnamen bola voli MBS CUP II (putri) MI Muhammadiyah Glinggangan 30/5/26. Foto: doc. Panitia MBS CUP II |
Pacitansatu.com - Turnamen bola voli tingkat SD dan MI bertajuk MBS CUP II yang digelar SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pringkuku menjadi panggung lahirnya bibit-bibit atlet muda di Kabupaten Pacitan. Ajang yang merupakan bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah tersebut mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah untuk berkompetisi sekaligus mengukir prestasi sejak usia dini pada Sabtu 30/5/26. Kompetisi yang berlangsung di lapangan utama SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku dan lapangan kedua di sisi utara sekolah itu diikuti sejumlah tim putra dan putri dari berbagai SD dan MI di wilayah Pringkuku. Turnamen tahunan tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang olahraga. Hasil akhir turnamen menempatkan MI Muhammadiyah Pringkuku sebagai juara pertama kategori putra setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung kompetitif. Posisi runner-up diraih MI Muhammadiyah Glinggangan, sementara SD Negeri 2 Pringkuku dan MI Muhammadiyah Candi berbagi posisi juara ketiga bersama. Pada kategori putri, MI Muhammadiyah Glinggangan berhasil keluar sebagai juara setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Posisi kedua diraih SD Negeri 3 Pringkuku, sedangkan MI Muhammadiyah Pringkuku dan MI Muhammadiyah Candi menempati posisi juara ketiga bersama. Ketua Panitia MBS CUP II, Dimitri Khoirunnas, mengatakan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan sekaligus pencarian atlet-atlet muda potensial yang dapat dikembangkan pada jenjang berikutnya. "MBS CUP II kami hadirkan sebagai wadah bagi siswa SD dan MI untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Kami ingin anak-anak memiliki ruang kompetisi yang sehat sehingga potensi mereka bisa terlihat dan berkembang," kata Dimitri. Ia menjelaskan bahwa banyak siswa usia sekolah dasar memiliki kemampuan olahraga yang baik, namun belum memiliki cukup kesempatan untuk tampil dalam kompetisi yang terstruktur. Karena itu, turnamen ini diharapkan mampu menjadi jembatan pembinaan atlet sejak usia dini. Menurut Dimitri, semangat sportivitas menjadi salah satu nilai utama yang ditanamkan selama pertandingan berlangsung. Selain mengejar kemenangan, para peserta didorong untuk belajar menghargai lawan, bekerja sama dalam tim, serta membangun mental bertanding yang positif. Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku, Hadi Sovi'in, S.Pd.I., menilai kegiatan olahraga memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan potensi nonakademik peserta didik. "Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang sesuai bakat yang dimiliki. Turnamen ini menjadi media pembelajaran untuk melatih disiplin, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan semangat berprestasi," ujar Hadi. Ia menambahkan bahwa MBS CUP telah berkembang menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah peserta, orang tua, hingga masyarakat sekitar. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga bola voli masih menjadi salah satu cabang yang diminati pelajar. Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsiswa dari berbagai sekolah dan madrasah. Interaksi yang terjalin selama pertandingan dinilai mampu membangun persaudaraan serta memperluas jejaring pertemanan di kalangan pelajar. Dukungan terhadap kegiatan itu juga datang dari Pemerintah Desa Pringkuku. Kepala Desa Pringkuku, Jumari Hartono, mengapresiasi penyelenggaraan MBS CUP II yang dinilai mampu menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda sekaligus mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga. Menurutnya, pembinaan prestasi olahraga perlu dilakukan sejak dini agar potensi yang dimiliki anak-anak dapat berkembang secara maksimal. Ajang kompetisi seperti MBS CUP menjadi salah satu sarana untuk menemukan talenta-talenta muda yang dapat membawa nama daerah di masa depan. Penyelenggaraan MBS CUP II sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah. Organisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912 itu selama ini dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui MBS CUP II, semangat pendidikan Muhammadiyah diterjemahkan dalam bentuk pembinaan karakter dan prestasi pelajar. Dari lapangan voli di Pringkuku tersebut, lahir harapan baru akan munculnya generasi muda Pacitan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (Rds) |



