Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Muhammadiyah Surabaya Perkuat Dakwah Inklusif Lewat Kolaborasi MLC dan BikersMu

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T14:38:51Z
>

 

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) strategis bersama Muhammadiyah Learning Center (MLC) dan BikersMu di Villa Maison, Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu hingga Kamis (13–14/5/2026).






Pacitansatu.com — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) strategis bersama Muhammadiyah Learning Center (MLC) dan BikersMu di Villa Maison, Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu hingga Kamis (13–14/5/2026). Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi program dakwah komunitas Muhammadiyah yang difokuskan pada penguatan pendampingan mualaf serta pendekatan dakwah kepada komunitas otomotif.

Raker yang mengusung tema “Menembus Batas Membangun Sinergi, Mencerahkan dan Menghadirkan Harapan” itu dipimpin langsung Ketua LDK PDM Surabaya, Dr. H. Mulyono Najamuddin, M.Pd.I. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PDM Surabaya, Drs. H. Muhammad Luthfi, M.Pd., dengan dihadiri pengurus dan pegiat dakwah komunitas dari berbagai unsur Muhammadiyah di Surabaya.

Dalam forum tersebut, peserta membahas integrasi program kerja antara LDK, MLC, dan BikersMu sebagai upaya memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di kawasan perkotaan. Pembahasan diarahkan pada penyusunan strategi dakwah yang lebih adaptif, inklusif, dan menyentuh kelompok masyarakat berbasis komunitas sosial maupun hobi.

Wakil Ketua PDM Surabaya, Drs. H. Muhammad Luthfi, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap program dakwah yang dirancang organisasi. Menurutnya, program yang disusun tidak boleh berhenti pada tahap konsep, melainkan harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Program dakwah harus benar-benar hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan,” ujar Muhammad Luthfi dalam sambutannya.

Selain itu, Muhammad Luthfi juga menyampaikan bahwa MLC dan BikersMu kini telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Legitimasi tersebut dinilai menjadi penguat posisi kedua komunitas itu dalam struktur gerakan dakwah Muhammadiyah secara organisatoris.

Menurutnya, keberadaan legalitas resmi tersebut membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan program komunitas. Dengan dukungan struktur organisasi yang jelas, MLC dan BikersMu diharapkan mampu menjalankan peran dakwah secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam pembahasan rencana kerja, aspek penguatan pembiayaan program juga menjadi perhatian utama. Muhammad Luthfi mendorong adanya koordinasi yang lebih optimal dengan Lazismu guna mendukung pembiayaan program secara akuntabel dan sesuai dengan plot kegiatan yang telah disusun masing-masing lembaga.

“Kolaborasi pembiayaan perlu dibangun dengan baik melalui koordinasi bersama Lazismu agar seluruh program dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran,” ujar beliau.

Pemilihan lokasi kegiatan di kawasan pegunungan Tretes disebut bukan tanpa alasan. Suasana alam yang sejuk dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dinilai mampu membangun kedekatan emosional antarpeserta sekaligus menciptakan suasana diskusi yang lebih cair dan produktif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mengikuti pembahasan program kerja secara formal, tetapi juga menjalani sejumlah aktivitas kebersamaan di alam terbuka. Agenda tersebut di antaranya berupa sesi diskusi santai dan kegiatan olahraga ringan untuk menjaga kebugaran fisik peserta.

Salah seorang peserta menyebut suasana kegiatan yang santai namun tetap serius membantu peserta berpikir lebih jernih dalam menyusun arah gerakan dakwah komunitas ke depan. Menurutnya, pendekatan kekeluargaan dalam forum tersebut memperkuat chemistry dan semangat kolaborasi antarlembaga.

“Suasana yang santai namun tetap serius ini membantu kami berpikir lebih jernih dalam merumuskan langkah-langkah dakwah ke depan,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan fisik seperti berenang pada pagi hari juga menjadi bagian dari rangkaian agenda Raker. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi fisik peserta agar tetap prima selama mengikuti pembahasan draf program kerja yang berlangsung padat sepanjang kegiatan.

Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, Muhammadiyah Surabaya berharap dakwah komunitas dapat berkembang lebih luas dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang selama ini belum tersentuh pendekatan dakwah konvensional. MLC diarahkan untuk memperkuat pendampingan mualaf, sedangkan BikersMu difokuskan pada pendekatan dakwah melalui komunitas motor dan otomotif.

Pertemuan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah tidak lagi terbatas pada ruang-ruang formal keagamaan, melainkan mampu hadir di tengah komunitas sosial dan hobi masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih ramah, merangkul, dan kolaboratif, Muhammadiyah Surabaya berupaya menghadirkan harapan baru dalam pengembangan dakwah komunitas di era perkotaan modern.

Penulis: Indra Permana, Sekretaris BikersMu Chapter Surabaya.
Penyunting: Ahyar Fauzan 




×
Berita Terbaru Update