Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Belajar dari Kegagalan, Deni Asy’ari Raih Penghargaan CEO Inovatif

Jumat, 16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T10:46:21Z
>

 

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo bersama para CEO Perusahaan Nasional saat menerima penganugerahan dari The Iconomics. Foto: Cris









Pacitansatu.com — Pengembangan media tidak hanya berkaitan dengan produksi informasi, tetapi juga kemampuan membangun organisasi yang mandiri dan berkelanjutan. Perjalanan Suara Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Deni Asy’ari mendapat pengakuan melalui penghargaan The 50 Most Innovative CEO Awards 2026 dari The Iconomics, yang diserahkan di Jakarta pada 15 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut menempatkan Deni dalam forum yang diikuti para pemimpin perusahaan dari berbagai sektor industri. Bagi Suara Muhammadiyah, pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan pengembangan usaha yang berawal dari media persyarikatan dan terus beradaptasi dengan dinamika dunia bisnis nasional.

Penganugerahan berlangsung di Auditorium Margono Djojohadikoesoemo, Kementerian Koperasi Republik Indonesia, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada CEO yang dinilai mampu menghadirkan pembaruan dalam pengelolaan perusahaan.

Founder sekaligus CEO The Iconomics, Bramantyo Suryo Putro, menerangkan bahwa inovasi menjadi dasar penting dalam pemberian penghargaan tersebut. Menurut dia, kemampuan pemimpin menghadirkan gagasan baru merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam menilai perkembangan sebuah perusahaan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari The Iconomics kepada CEO yang memiliki inovasi,” ujar Bramantyo sebagaimana diberitakan Suara Muhammadiyah.

Ia juga menyampaikan penilaian positif terhadap pembaruan yang dijalankan Suara Muhammadiyah. Bagi Bramantyo, pendekatan yang diterapkan perusahaan tersebut menunjukkan adanya upaya pengembangan yang patut mendapat perhatian.

“Perusahaan ini ternyata memiliki inovasi yang menarik dan sangat baik,” katanya.

Pengakuan itu hadir di tengah partisipasi sejumlah perusahaan yang telah dikenal dalam lanskap bisnis Indonesia. Nama-nama yang tercantum dalam daftar penerima antara lain PT Pegadaian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Prudential Life Assurance, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Daftar tersebut juga memuat perusahaan dari bidang farmasi, transportasi, pembiayaan, asuransi, kesehatan, serta industri barang konsumsi. Beberapa di antaranya ialah PT Kimia Farma Tbk, PT Prodia Widyahusada Tbk, PT Kereta Commuter Indonesia, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk.

Keterlibatan Suara Muhammadiyah dalam ajang tersebut menunjukkan bahwa lembaga media yang tumbuh dari organisasi kemasyarakatan dapat mengambil bagian dalam ekosistem usaha yang lebih luas. Namun, penghargaan bersama sejumlah perusahaan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh penerima mempunyai skala bisnis, aset, pendapatan, atau pangsa pasar yang setara.

Di balik pencapaian tersebut, Deni menekankan pentingnya proses panjang dalam membangun perusahaan. Ia mengakui bahwa perjalanan yang dilalui tidak selalu menghasilkan keberhasilan pada setiap tahap. Berbagai kesulitan justru menjadi pengalaman yang membentuk cara organisasi menghadapi tantangan.

“Perjalanan yang kami lalui cukup panjang, dengan berbagai pengalaman jatuh bangun. Kami sering menyebut bahwa penghargaan pada hakikatnya merupakan akumulasi dari kegagalan yang berhasil kami lewati selama ini,” kata Deni.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa penghargaan tidak hanya dipahami sebagai hasil akhir, melainkan juga sebagai pengingat atas proses yang mendahuluinya. Pengalaman menghadapi kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki keputusan, memperkuat tata kelola, dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.

Dalam industri media yang terus berubah, tantangan perusahaan tidak terbatas pada urusan operasional. Perkembangan teknologi digital, pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mengakses berita, serta kebutuhan menjaga keberlanjutan pembiayaan menuntut pengelola media menyusun strategi yang adaptif. Pada saat yang sama, orientasi bisnis harus tetap berjalan bersama tanggung jawab menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Suara Muhammadiyah memiliki latar belakang kelembagaan yang berkaitan erat dengan Persyarikatan Muhammadiyah. Identitas tersebut memberikan landasan nilai sekaligus tanggung jawab dalam mengembangkan kegiatan usaha. Keberhasilan pengelolaan perusahaan karena itu perlu dilihat bukan hanya dari pengakuan eksternal, tetapi juga dari kemampuannya menjaga integritas, memberikan manfaat, dan mempertahankan kepercayaan pembaca.

Selain memimpin Suara Muhammadiyah, Deni menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Posisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pengembangan ekonomi dan bisnis dalam lingkungan persyarikatan. Meski demikian, penghargaan yang diterimanya dalam ajang ini secara khusus berkaitan dengan penilaian The Iconomics terhadap dirinya sebagai CEO.

Penghargaan The 50 Most Innovative CEO Awards 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat arah pengembangan Suara Muhammadiyah. Ukuran keberhasilan selanjutnya tetap bergantung pada capaian yang dapat dievaluasi, seperti kualitas pengelolaan organisasi, keberlanjutan usaha, peningkatan layanan, dan konsistensi menjalankan fungsi media.

Inovasi dalam perusahaan media tidak cukup berhenti sebagai gagasan atau pengakuan penghargaan. Pembaruan perlu menghasilkan perbaikan yang nyata, baik bagi organisasi maupun masyarakat yang dilayaninya. Bagi Suara Muhammadiyah, tantangan penting setelah pencapaian ini adalah memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab jurnalistik, keterbukaan, dan komitmen terhadap kepentingan publik. ( Ahyar ). 


×
Berita Terbaru Update