Raditya Andrea Putra Pratama siswa kelas 7, praktik adzan dengan irama lagu hijaz , anak asuh dari guru Tahfiz SMP MBS Pringkuku, Anas Zaenuri 4/10/26. Foto/ doc. SMP MBS Pringkuku
Pacitansatu.com — SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pringkuku, Pacitan, memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pertukaran pengalaman dengan MBS Wonosari, Gunungkidul. Penguatan tersebut dilakukan melalui kunjungan Direktur MBS Wonosari, Agus Suroyo, M.Pd.I., ke SMP MBS Pringkuku pada Ahad, 4 Oktober 2026.
Kunjungan itu menjadi momentum berbagi pengalaman terkait pengelolaan sekolah berbasis boarding school. Pembahasan terutama menyoroti pentingnya kualitas pendampingan guru dalam proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Agus Suroyo menekankan bahwa keberadaan guru di ruang kelas memiliki peran penting dalam menjaga mutu pendidikan. Menurut dia, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga perlu memberikan pendampingan secara intensif selama proses belajar berlangsung.
“Mutu pendidikan tidak hanya dibangun dari kurikulum, tetapi juga dari kehadiran dan kesungguhan guru dalam mendampingi setiap tumbuh kembang siswa,” ujar Agus dalam kegiatan tersebut.
Pendampingan yang konsisten, kata dia, menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan siswa. Karena itu, penguatan kualitas pendidikan perlu berjalan bersamaan dengan peningkatan kapasitas dan komitmen tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan. Sekretaris PDM Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd., turut hadir dan memberikan motivasi kepada jajaran MBS Pringkuku agar terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Ahmadi mendorong MBS Pringkuku untuk mempertahankan semangat melakukan evaluasi dan pembenahan. Upaya tersebut dinilai penting agar sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik kepada masyarakat Pacitan.
Bendahara PDM Pacitan, Nurul Huda Mustofa, M.Pd., juga hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Imam Subakti dari PDM Pacitan memberikan apresiasi dan berharap agenda berbagi pengalaman serupa dapat diterapkan di sekolah maupun madrasah Muhammadiyah lainnya.
Dukungan juga disampaikan Agus Zamroni, M.Pd., dari Majelis Pesantren PDM Pacitan. Ia turut hadir dalam kegiatan yang membahas pengembangan mutu pendidikan di lingkungan MBS Pringkuku.
Ketua PCM Pringkuku, Abdul Aziz, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap proses berbagi pengalaman dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMP MBS Pringkuku.
Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi’in, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas ilmu dan motivasi yang diberikan. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bahan berharga bagi sekolah dan para guru untuk terus melakukan perbaikan.
“Terima kasih atas ilmu dan motivasi yang diberikan kepada kami dan Bapak Ibu guru pengajar di MBS Pringkuku. Ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus berbenah,” tutur Hadi.
Sejumlah guru juga memberikan respons positif. Guru Bahasa Indonesia, Wahyu Rusita Indraswari, S.Pd., mengaku senang mendapatkan pencerahan secara langsung dari Agus Suroyo sebagai pemateri.
Guru PAI, Ulya Nur Izzatun Ni’mah, S.Pd., mengatakan materi yang diberikan memiliki contoh praktis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. “Ada contoh riil yang disampaikan oleh pemateri dalam mengajarkan Pendidikan Agama Islam secara langsung dan dapat dipraktekkan kepada murid, tentunya akan membawa dampak positif bagi siswa dan guru,” ujarnya.
Guru Tahfiz SMP MBS Pringkuku, Anas Zaenuri, juga menyambut baik kegiatan tersebut. “Tentu ada banyak hal yang disampaikan pemateri dalam mendukung kegiatan Tahfiz di MBS Pringkuku,” katanya.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kerja sama dan pertukaran praktik baik antarsekolah Muhammadiyah. SMP MBS Pringkuku pun diharapkan semakin mampu memperkuat kualitas pendidik, layanan pembelajaran, dan pendampingan siswa menuju sekolah yang unggul, Islami, dan berkemajuan. (Rds). |