Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Pacitan Genjot Transformasi Pembelajaran Berbasis STEM

Kamis, 05 November 2026 | November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T05:04:42Z
>

 

Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan 5/11/26. Foto/ Bambang







Pacitansatu.com – Transformasi pendidikan di Kabupaten Pacitan mulai diarahkan pada penguatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan pembelajaran berbasis sains. Sebanyak 411 guru sekolah dasar (SD) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan pada 3–4 November 2026.

Program yang berlangsung selama dua hari tersebut menyasar peningkatan kompetensi tenaga pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) turut menjadi fokus untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi setiap hari. Skema tersebut diterapkan untuk mengoptimalkan pendampingan sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta dalam memahami materi dan mengembangkan keterampilan pemanfaatan teknologi pendidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan menghadirkan Didik Hartanto, S.T., S.Pd.SD., M.Pd., dan Dwi Setyaningsih, S.Pd.SD., sebagai narasumber. Keduanya memberikan penguatan materi mengenai penggunaan teknologi digital serta pengembangan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Materi bimtek tidak hanya menitikberatkan pada pengenalan perangkat teknologi. Para guru juga diarahkan untuk mengintegrasikan media digital ke dalam kegiatan belajar mengajar agar penyampaian materi lebih variatif dan mendorong keterlibatan aktif murid.

Salah satu perhatian utama dalam pelatihan tersebut adalah penerapan pendekatan STEM. Metode ini menggabungkan empat bidang keilmuan, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika, dalam proses pembelajaran yang saling terintegrasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru membangun pengalaman belajar yang mendorong kemampuan analisis, kreativitas, kerja sama, serta pemecahan masalah. Dengan metode ini, peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga didorong memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandhu Pratikna, S.STP., mengatakan penguatan digitalisasi pembelajaran dan STEM perlu diarahkan pada peningkatan hasil belajar murid, termasuk capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Dengan digitalisasi pembelajaran dan STEM, kami berharap hasil TKA murid di sekolah-sekolah Kabupaten Pacitan dapat meningkat," kata Khemal dalam pesannya.

Pernyataan tersebut menempatkan peningkatan capaian akademik sebagai salah satu orientasi program penguatan kompetensi guru. Artinya, pemanfaatan teknologi pendidikan diharapkan tidak berhenti pada penguasaan perangkat, tetapi mampu memberikan pengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran.

Keterlibatan 411 guru dari berbagai satuan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas penerapan pembelajaran digital di Pacitan. Kompetensi yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan melalui praktik pembelajaran di sekolah masing-masing.

Namun, penerapan teknologi pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat digital. Guru juga perlu menyesuaikan penggunaannya dengan karakteristik murid, tujuan pembelajaran, serta ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berharap bimtek tersebut menghasilkan perubahan dalam praktik belajar mengajar. Implementasi materi pelatihan di ruang kelas menjadi tahapan penting untuk memastikan kegiatan peningkatan kapasitas guru memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

Penguatan pembelajaran berbasis STEM juga diharapkan membuka ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan lintas disiplin ilmu. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui program ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berupaya mempercepat transformasi pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Keberlanjutan program akan bergantung pada konsistensi guru dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh serta dukungan satuan pendidikan dalam menyediakan lingkungan belajar yang memadai.

Peningkatan hasil TKA menjadi salah satu harapan dari penguatan kompetensi tersebut. Karena itu, efektivitas digitalisasi pembelajaran dan penerapan STEM nantinya perlu dilihat melalui perubahan kualitas pembelajaran serta perkembangan capaian akademik murid di Kabupaten Pacitan. (Bambang Setyo Utomo). 

×
Berita Terbaru Update