Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Resto Pinggir Laut Ini Curi Perhatian LAZISMU Jatim—Apa Istimewanya?

Minggu, 30 November 2025 | November 30, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T12:31:57Z
>

 

Rombongan LAZISMU Jawa Timur makan siang di kemadjoean resto pancerdoor Pacitan (Doc. SM)



Pacitansatu.com -Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pacitan, Area Manager LAZISMU Jawa Timur, Agus Lukman Hidayat, S.P., MHES, bersama rekannya Adityo Yudono, menyempatkan diri berhenti sejenak untuk menikmati suasana di salah satu destinasi kuliner yang tengah ramai diperbincangkan, Kemadjoean Resto Pancerdoor. Kunjungan singkat ini berubah menjadi momen penuh kehangatan yang sarat cerita.

Perjalanan mereka yang padat agenda tidak menghalangi keinginan untuk merasakan salah satu sudut terbaik Pacitan. Keputusan untuk singgah di resto tersebut muncul setelah mendengar rekomendasi masyarakat setempat mengenai keunikan tempat yang memadukan kuliner, panorama pantai, dan ketenangan suasana.

Ketika tiba di lokasi, suasana Kemadjoean Resto langsung menyambut dengan nuansa santai dan hamparan pemandangan alam yang menenangkan. Terletak tepat di pinggir Pantai Pancer Door, resto ini menjadi salah satu tempat yang cocok untuk melepas penat di tengah aktivitas yang padat.

Agus dan Adityo terlihat menikmati hembusan angin laut yang sejuk sambil memandang ombak yang berkejaran menuju bibir pantai. Pemandangan perbukitan yang melingkari kawasan pantai turut menambah kekayaan panorama yang tersaji dari meja makan mereka.

“Tempat ini benar-benar memberikan suasana yang berbeda. Tenang, indah, dan menyegarkan pikiran,” ujar Agus Lukman Hidayat sambil menikmati hidangan yang tersaji di hadapannya. Ia menyampaikan kekaguman terhadap pengelolaan kawasan wisata yang dinilai semakin berkembang dan menarik.

Hidangan yang disajikan di resto tersebut menjadi salah satu daya tarik yang juga tidak luput dari perhatian. Beragam menu dengan cita rasa khas ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sehingga cocok bagi wisatawan dari berbagai kalangan yang ingin menikmati kuliner dengan pengalaman visual yang memanjakan mata.

Adityo Yudono mengungkapkan rasa puasnya setelah mencicipi hidangan yang ia pesan. “Masakannya enak dan porsinya pas. Tempatnya nyaman, cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan,” ucapnya dengan senyum puas.

Selain kuliner, kawasan Pancer Door memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Pacitan. Wisatawan yang datang dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bermain jetski, naik perahu, hingga berbelanja kebutuhan di Logmart, minimarket yang berada dalam kawasan wisata tersebut.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, tempat ini juga ramah untuk aktivitas ringan seperti bermain pasir, berfoto, atau sekadar berjalan menyusuri bibir pantai. Kombinasi wisata alam, kuliner, dan fasilitas pendukung menjadikannya destinasi yang lengkap.

Kehadiran Kemadjoean Resto turut memperkuat daya tarik kawasan Pancer Door. Dengan desain bangunan yang modern namun tetap menyatu dengan nuansa alam, resto ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung, termasuk Agus dan Adityo yang datang hanya untuk singgah namun pulang dengan kesan mendalam.

Pengelola resto berharap tempat ini dapat menjadi ruang berkumpul bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Mereka merancang resto sebagai titik perhentian yang nyaman bagi siapa saja yang ingin menikmati keteduhan pantai tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan biaya masuk kawasan wisata yang hanya Rp2.000 hingga Rp5.000 untuk parkir, pengunjung bisa langsung menikmati seluruh fasilitas yang tersedia, termasuk bersantai di resto, bermain air, atau sekadar menikmati udara laut yang segar.

Bagi Agus dan Adityo, singgah di Kemadjoean Resto tidak hanya menjadi jeda di tengah kesibukan, tetapi juga memberikan inspirasi baru. Mereka melihat bagaimana potensi wisata dan ekonomi kreatif dapat berkembang selaras dengan upaya pemberdayaan masyarakat, sesuatu yang sejalan dengan fokus kerja mereka.

Momen di Pancer Door juga memperlihatkan bagaimana wisata lokal dapat menjadi ruang pertemuan yang hangat bagi siapa saja, terlepas dari tujuan awal kedatangan. Suasana tenang, pelayanan ramah, dan keindahan alam membuat kunjungan singkat terasa begitu berarti.

Ketika meninggalkan kawasan tersebut, Agus dan Adityo membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman kuliner. Mereka membawa cerita tentang keindahan Pacitan, tentang masyarakat yang terus berinovasi, dan tentang singgah sebentar yang menghadirkan kenangan baru di sela perjalanan yang padat. (af)


×
Berita Terbaru Update