Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Tak Cuma Adu Otak di Final OPSi 2026, Puluhan Pelajar SMP Pacitan 'Digembleng' Jiwa Wirausaha di PLUT

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T10:50:55Z
>
Foto: Pembukaan kegiatan babak final OPSi

PACITAN – Suasana babak final Olimpiade Pengetahuan Sosial (OPSi) 2026 tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Pacitan terasa berbeda, Kamis (5/3). Tak sekadar berkutat dengan soal-soal rumit di atas kertas, puluhan finalis ini juga diajak menyelami dunia nyata: wirausaha.

Ajang garapan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP Pacitan itu mengambil lokasi yang tak biasa. Bukan di sekolah, melainkan di Meeting Room Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Pacitan.

Total ada 30 siswa terbaik yang berhasil lolos ke partai puncak. Sebelumnya, mereka sukses menyisihkan 347 peserta dari SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Pacitan di babak penyisihan. Di fase final ini, mereka kembali diuji ketajamannya dalam menguasai materi geografi, sosiologi, sejarah, hingga ekonomi.

Terobosan MGMP IPS ini mendapat apresiasi positif dari jajaran birokrasi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Khemal Pandu Pratikna menilai, konsep kompetisi yang dibarengi pembekalan wirausaha ini adalah langkah cerdas.

”Pelaksanaan final olimpiade yang dirangkaikan dengan pembekalan kewirausahaan serta room tour gedung PLUT ini merupakan upaya mendekatkan pembelajaran teori dengan praktik. Sehingga, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual,” ujar Khemal.

Kolaborasi lintas sektor tersebut memang sengaja dirancang untuk membuka wawasan peserta. Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan Lilik Wijiastuti menjelaskan, momen ini menjadi sarana emas mengenalkan iklim bisnis kepada generasi muda.

”Melalui kegiatan ini, PLUT mengenalkan kewirausahaan serta peluangnya di masa depan. Kami juga mengajak siswa melakukan room tour untuk melihat langsung aktivitas produksi dan berbagai peralatan yang ada di ruang PLUT,” jelas Lilik.

Di sisi lain, roh utama kegiatan sebagai ajang penjaringan bibit unggul akademis tetap menjadi fokus. Pembina MGMP IPS SMP Kabupaten Pacitan Wangsit Kurniawan menaruh harapan besar pada pundak para finalis tersebut.

OPSi 2026 diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan batu loncatan yang nyata. ”Kami berharap siswa dapat terus meningkatkan prestasi. Targetnya, mereka mampu berkompetisi hingga tingkat provinsi, bahkan menembus nasional pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2026 ini,” tegas Wangsit. (NK/BSU)*
×
Berita Terbaru Update