>
![]() |
| Kepala sekolah SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku Hadi Sovi'in bersama bendahara umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan Nurul Hadi Mustofa panen raya di MBS Pringkuku 12/03/2026 |
PACITAN – SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku menggelar panen raya padi melalui program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendidikan berbasis praktik untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menanamkan kemandirian kepada para siswa.
Panen raya tersebut dilaksanakan di area persawahan milik sekolah yang berada di Kecamatan Pringkuku. Kegiatan ini melibatkan para siswa, guru, serta pengelola sekolah yang sejak awal terlibat dalam proses budidaya padi hingga masa panen. Program SIKAP merupakan inovasi pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik pertanian. Melalui program ini, para siswa tidak hanya mempelajari teori tentang ketahanan pangan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan bercocok tanam. Kepala sekolah Hadi Sovi'in menyampaikan bahwa kegiatan panen raya menjadi bukti nyata keberhasilan program pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyentuh kehidupan nyata. “Melalui program SIKAP ini, kami ingin menanamkan kepada para siswa bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan,” ujar Hadi Sovi'in. Para siswa mulai mengelola lahan pertanian sejak masa tanam beberapa bulan sebelumnya. Mereka dilibatkan dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Dalam kegiatan panen raya itu, para siswa memanen padi secara bersama-sama dengan menggunakan alat pertanian sederhana. Suasana kebersamaan terlihat ketika para siswa bekerja di sawah sambil didampingi para guru. Program ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dikembangkan oleh pihak sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memahami secara langsung proses produksi pangan yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran. Selain menanamkan keterampilan praktis, kegiatan ini juga bertujuan membangun karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan, Nurul Hadi Mustofa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inovasi pendidikan yang dilakukan oleh sekolah. Menurut Nurul Hadi Mustofa, program SIKAP menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dapat berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif. “Program ini sangat baik karena mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, kemandirian, dan kepedulian terhadap sektor pangan. Langkah seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap peran strategis pertanian bagi bangsa,” kata Nurul Hadi Mustofa. Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada konsep swasembada pangan sejak usia dini. Mereka diajak memahami bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat. Panen raya padi tersebut juga menjadi momentum pembelajaran tentang kerja sama dan tanggung jawab kolektif. Para siswa belajar bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Selain sebagai sarana pendidikan, hasil panen padi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari para siswa. Pihak sekolah berharap program SIKAP dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran berkelanjutan yang mampu menginspirasi lembaga pendidikan lain. Melalui program tersebut, SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan nasional. Panen raya ini menjadi simbol bahwa pendidikan dapat berkontribusi langsung bagi masa depan kemandirian pangan Indonesia. (af) |



