Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

AI Masuk Donorojo, UMKM Pacitan Siap Naik Kelas?

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T23:36:10Z
>

 

Syahrul Munir dosen Akademi Komunitas Negeri Pacitan dari Program Studi Tata Laksana Studio Produksi saat penyampaian materi pendampingan transformasi digital berbasis AI di pendopo kecamatan Donorojo 18/10/26. Foto/ dok. Karang taruna Donorojo






Pacitansatu.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dilirik sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peluang tersebut dibahas dalam workshop pendampingan transformasi digital berbasis AI di Pendopo Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Minggu malam, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30–21.30 WIB itu berfokus pada pembuatan foto dan video produk untuk memperkuat pemasaran digital.

Workshop tersebut didukung hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Akademi Komunitas Negeri Pacitan. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI untuk menghasilkan materi promosi yang lebih menarik, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pemasaran di platform digital.

Dosen Akademi Komunitas Negeri Pacitan dari Program Studi Tata Laksana Studio Produksi, Syahrul Munir, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.

“Kehadiran saya di sini untuk memberikan pelatihan pendampingan transformasi digital bagi UMKM berbasis AI guna meningkatkan kualitas visual produk. Kami berharap promosi produk UMKM semakin baik sehingga dapat mendukung perkembangan usaha mereka,” ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Jika pada tahun lalu peserta mempelajari pembuatan foto produk, kegiatan tahun ini diarahkan pada pengembangan video promosi.

Perubahan materi tersebut diharapkan memberi pelaku UMKM keterampilan yang lebih beragam dalam memperkenalkan produk kepada konsumen. Konten visual menjadi salah satu aspek yang dapat dioptimalkan agar produk lebih mudah dikenali di tengah persaingan pemasaran digital.

“Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan. Tahun lalu kami mengembangkan pelatihan foto produk, sedangkan tahun ini berfokus pada video produk. Ke depan, kami ingin mengenalkan platform AI lain, seperti Dreamina dan CapCut, agar pelaku UMKM memiliki wawasan lebih luas dalam membuat materi promosi,” kata Syahrul.

Ia juga membuka peluang perluasan pendampingan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan. Salah satu daerah yang disebut berpotensi menjadi sasaran kegiatan berikutnya adalah Temon, terutama untuk mendukung promosi komoditas gula jawa.

Syahrul berharap pemanfaatan AI dapat membantu pelaku usaha memperbaiki kualitas video promosi dan materi pemasaran lainnya. Dengan penyajian yang sesuai, produk lokal diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal oleh konsumen di luar wilayah asalnya.

“Ke depan, kegiatan ini mungkin dapat diperluas ke daerah Temon, khususnya untuk komoditas gula jawa. Kami berharap bisa membantu memperbaiki video promosi maupun media pemasaran yang digunakan pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan,” ungkapnya.

Selain membahas teknologi pemasaran, workshop tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara komunitas pemuda dan kalangan akademisi. Indri, co-founder Samalona Creativepreneur, menyampaikan keinginannya untuk memperkuat kerja sama dengan Karang Taruna Donorojo agar potensi kreativitas pemuda dapat berkembang lebih luas.

Indri berharap Samalona Creativepreneur dapat menjadi penghubung antara Karang Taruna dengan berbagai pihak, termasuk dosen dan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Pacitan. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak kegiatan kreatif dan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tujuan kami adalah membangun kolaborasi yang lebih intensif dengan rekan-rekan Karang Taruna Donorojo. Kami berharap Samalona Creativepreneur menjadi penghubung dengan berbagai pihak, termasuk dosen dan mahasiswa AKN Pacitan, sehingga semakin banyak kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan kegiatan positif,” tutur Indri.

Ia menilai Karang Taruna Donorojo telah memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kegiatan kreatif, termasuk pengalaman membuat film dan menyelenggarakan acara. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui agenda rutin agar produktivitas pemuda tidak hanya muncul ketika ada kegiatan tertentu.

“Rekan-rekan Karang Taruna Donorojo sudah produktif dan mempunyai potensi yang bagus. Mereka memiliki pengalaman membuat film dan menyelenggarakan kegiatan menarik. Harapan kami, intensitas kegiatan terus ditingkatkan agar para pemuda dapat lebih sering berkumpul dan menjalankan aktivitas positif secara berkelanjutan,” jelasnya.

Indri juga mengapresiasi kekompakan anggota Karang Taruna Donorojo. Ia berharap kiprah komunitas tersebut dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, tidak hanya di Kabupaten Pacitan. Menurutnya, konsistensi kegiatan dan keterbukaan terhadap kerja sama menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan komunitas.

“Koordinasi dan kekompakan Karang Taruna Donorojo sudah sangat baik. Karena kiprahnya mulai dikenal di tingkat Kabupaten Pacitan, saya berharap jangkauannya semakin luas. Kebersamaan juga perlu diwujudkan melalui kegiatan rutin, bukan hanya ketika ada acara tertentu,” ujarnya.

Indri menambahkan, Samalona Creativepreneur terbuka untuk membahas berbagai gagasan bersama Karang Taruna. Dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, menurutnya, dapat menjadi modal untuk mengembangkan program yang sesuai dengan potensi lokal.

“Pada prinsipnya, kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan mewujudkan ide-ide dari rekan-rekan Karang Taruna. Potensi dan gagasannya sudah banyak, ditambah dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Harapan kami, ide-ide tersebut dapat dibicarakan bersama dan dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Manfaat penggunaan AI dalam pemasaran juga dirasakan Mutiara, peserta workshop yang menjalankan usaha sebagai Shopee Affiliate. Ia memasarkan beragam produk, mulai dari pakaian, sepatu, aksesori wanita, alat tulis, hingga perlengkapan rumah tangga dan produk tekstil. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan materi visual yang menarik untuk mendukung promosi berbagai kategori barang.

“Motivasi utama saya mengikuti workshop ini adalah meningkatkan kualitas materi promosi visual. Sebagai Shopee Affiliate, saya memasarkan berbagai kategori produk sehingga membutuhkan konten foto dan video yang menarik. Saya tertarik mempelajari bagaimana AI dapat membantu mengefisienkan proses pembuatan konten sekaligus meningkatkan daya tarik pemasaran,” ungkap Mutiara.

Mutiara mengaku memperoleh pengalaman baru melalui penyampaian materi yang terstruktur dan praktik langsung. Ia mempelajari penggunaan perangkat AI untuk mengolah gambar serta membuat video produk. Menurutnya, teknik visualisasi produk dan pembuatan latar belakang gambar menjadi materi yang relevan untuk diterapkan dalam kegiatan pemasaran digital.

“Pengalaman saya selama mengikuti workshop sangat mengesankan karena banyak pengetahuan baru yang diperoleh. Kami tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan perangkat AI untuk mengolah gambar dan membuat video produk,” tuturnya.

Setelah mengikuti pelatihan, Mutiara berencana menerapkan keterampilan tersebut secara konsisten pada konten promosi di akun Shopee miliknya. Ia berharap penyajian produk yang lebih profesional dapat meningkatkan minat pembeli. Namun, dampak penggunaan AI terhadap jumlah kunjungan dan transaksi masih perlu dievaluasi setelah teknik tersebut diterapkan.

“Materi yang paling bermanfaat bagi saya adalah visualisasi produk menggunakan AI, terutama untuk membuat latar belakang yang menarik dan video promosi. Saya berencana menerapkan teknik yang telah dipelajari pada konten di akun Shopee saya. Harapannya, tampilan produk menjadi lebih profesional dan dapat meningkatkan minat pembeli. Saya juga berharap pendampingan seperti ini terus dilaksanakan agar pelaku usaha digital dapat mengikuti perkembangan teknologi,” pungkas Mutiara.

Workshop ini mempertemukan kebutuhan pengembangan keterampilan digital dengan peluang kolaborasi komunitas. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang mengenal teknologi AI, tetapi juga mendorong penerapan keterampilan tersebut dalam pemasaran produk dan pengembangan kegiatan kreatif di Kabupaten Pacitan. (Rds). 

×
Berita Terbaru Update