Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Warga Donorojo Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan dan Jalur Sekawi

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-19T05:19:43Z
>

 

Hari Santri Nasional diisi dengan salat Istisqa dan doa bersama di Pantai Karang Bolong, Desa Sendang 19/10/26. Foto/ Wildan










Pacitansatu.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diisi dengan salat Istisqa dan doa bersama di Pantai Karang Bolong, Desa Sendang, Senin, 19 Oktober 2026. Selain memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau, kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan kelancaran pembukaan Jalur Sekawi yang menghubungkan Sendang, Kalak, dan Widoro.

Salat Istisqa itu diikuti Camat Donorojo Bagus Nurcahyadi Saputra, para kepala desa, perangkat desa, tokoh agama, pengurus takmir masjid, serta masyarakat setempat. Perwakilan lembaga pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMK juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Pelaksanaan ibadah berlangsung di kawasan pesisir Pantai Karang Bolong. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Donorojo, Fajar Jana, bertindak sebagai imam salat, sedangkan Imam Saroji menyampaikan khotbah yang mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Camat Donorojo Bagus Nurcahyadi Saputra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Ia berharap doa bersama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk menghadapi musim kemarau sekaligus mendukung pembangunan wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang hadir. Mari kita bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa berkah. Di samping itu, mohon doa restunya agar proses pembukaan Jalur Sekawi dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Bagus dalam sambutannya.

Di balik pelaksanaan salat Istisqa, pembukaan Jalur Sekawi menjadi salah satu agenda pembangunan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Jalur ini direncanakan menghubungkan Pantai Karang Bolong di Desa Sendang dengan Pantai Buyutan di Desa Widoro.

Menurut Bagus, pembukaan akses tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarkawasan pesisir. Akses yang lebih baik dinilai berpotensi mendukung perkembangan pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar destinasi pantai.

“Jalur Sekawi ini dirancang untuk membuka aksesibilitas wilayah pesisir. Harapan kita, konektivitas antar-pantai ini mampu menggerakkan roda perekonomian baru, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM bagi warga pesisir Kecamatan Donorojo,” kata Bagus.

Pengembangan akses wisata tersebut juga berkaitan dengan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudahan menjangkau destinasi pantai diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat dalam menawarkan produk maupun jasa kepada pengunjung.

Meski demikian, manfaat ekonomi dari pembukaan jalur tersebut akan bergantung pada pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan kawasan setelah akses tersedia. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting agar potensi pariwisata dapat berkembang sejalan dengan kebutuhan warga dan kelestarian lingkungan.

Kepala KUA Donorojo, Fajar Jana, mengatakan momentum Hari Santri Nasional dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dalam menjalankan ikhtiar spiritual maupun upaya pembangunan. Menurutnya, kedua hal tersebut perlu berjalan beriringan demi kepentingan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Santri ini, kita menyatukan ikhtiar dan doa. Selain memohon rahmat hujan, kita juga mendoakan agar pembangunan sarana infrastruktur di wilayah kita berjalan aman, lancar, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga,” tutur Fajar seusai pelaksanaan ibadah.

Pesan tersebut sejalan dengan dua harapan yang mengemuka dalam kegiatan itu, yakni terpenuhinya kebutuhan air di tengah musim kemarau dan kelancaran pembangunan akses wilayah pesisir. Salat Istisqa menjadi sarana bagi masyarakat untuk memanjatkan doa, sedangkan pembangunan Jalur Sekawi diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi setempat.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur pendidikan dan keagamaan dalam satu rangkaian peringatan Hari Santri. Kehadiran berbagai kelompok masyarakat menunjukkan keterlibatan lintas unsur dalam agenda yang tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga mengangkat harapan terhadap perkembangan daerah.

Di kawasan pesisir Donorojo, potensi wisata pantai menjadi salah satu sumber peluang ekonomi yang dapat dikembangkan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan akses yang memadai, pengelolaan destinasi yang baik, serta perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Rangkaian salat Istisqa dan doa bersama di Pantai Karang Bolong ditutup dengan ramah tamah antar-elemen masyarakat. Suasana kebersamaan mewarnai akhir kegiatan yang berlangsung di tengah hamparan pesisir, dengan latar tebing dan ombak pantai.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, masyarakat Donorojo menyampaikan harapan agar hujan segera turun dan pembukaan Jalur Sekawi berjalan lancar. Sementara doa telah dipanjatkan, realisasi manfaat pembangunan tersebut selanjutnya akan ditentukan oleh proses pelaksanaan dan pengelolaan kawasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. (Rds). 


×
Berita Terbaru Update