Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Dari Lengan ke Lengan: Harapan Hidup itu Mengalir dari Sudimoro

Minggu, 30 November 2025 | November 30, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T06:12:53Z
>

 

Suasana saat pengambilan darah oleh petugas PMI Kabupaten Pacitan (Doc. PCM Sudimoro)



Pacitansatu.com -Suasana hangat terasa sejak pagi di halaman Madin Darussalam, Sudimoro, Ahad, 30 November 2025. Warga dari enam desa berdatangan membawa semangat yang sama: ingin membantu sesama melalui kegiatan donor darah yang digelar PCM Sudimoro bekerja sama dengan Sudi Ngaji Pacitan dan PMI Pacitan.


Kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya warga Desa Sukorejo, Ketanggung, Pager Lor, Karangmulyo, Gunungrejo, dan Sudimoro. Mereka datang tidak hanya untuk mendonorkan darah, tetapi juga untuk saling menyapa dan merasakan suasana kebersamaan di lingkungan pesantren.


Ketua PCM Sudimoro yang juga Kepala Madin Darussalam, Asngari, S.Pd., tampak menyambut warga dengan senyum ramah. Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat. “Kami senang sekali melihat bahwa kesadaran masyarakat untuk berbagi semakin tumbuh. Donor darah ini bukan hanya kegiatan medis, tetapi juga wujud kepedulian,” ujarnya.


Menurut Asngari, kegiatan ini sudah direncanakan sebagai gerakan solidaritas lintas desa. Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat hari itu dapat menjadi modal sosial untuk kegiatan kemanusiaan berikutnya. “Harapan kami sederhana, semoga kegiatan seperti ini bisa berlangsung rutin dan melibatkan lebih banyak warga,” katanya.


Di sisi lain, Aris Wahyudi, S.S., Ketua Sudi Ngaji Pacitan, terlihat sibuk membantu mengoordinasikan peserta. Ia menyatakan bahwa masyarakat kini semakin memahami pentingnya donor darah. “Banyak warga datang dengan kesadaran sendiri. Ini menandakan bahwa pesan kemanusiaan benar-benar menyentuh hati mereka,” tutur Aris.


Aris juga menekankan bahwa donor darah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang merasakan manfaat sosial. “Saat kita berkumpul seperti ini, ada rasa kebersamaan yang tidak bisa digantikan. Inilah nilai yang ingin kami jaga,” tambahnya.


Dari pihak PMI Pacitan, petugas memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai proses donor darah. Mereka menjelaskan manfaat kesehatan serta pentingnya menjaga ketersediaan darah untuk membantu pasien di berbagai rumah sakit di Pacitan dan sekitarnya.


Mispan petugas PMI mengatakan bahwa kebutuhan darah semakin meningkat setiap tahun. “Dukungan masyarakat sangat berarti. Setiap kantong darah dapat menyelamatkan nyawa,” jelasnya sambil mengarahkan pendonor yang hendak diperiksa.


Sementara itu, di area pemeriksaan kesehatan, beberapa warga terlihat menunggu giliran dengan wajah penuh harap. Mereka menjalani pengecekan tekanan darah dan hemoglobin sebelum dinyatakan layak mendonorkan darah.


Bagi banyak warga, donor darah kali ini menjadi pengalaman berharga. Salah seorang peserta dari Desa Ketanggung, Erryck Sulistyono (43), mengaku merasa bangga bisa ikut serta. “Walau sedikit, saya ingin membantu. Siapa tahu darah ini nanti bermanfaat untuk orang yang sedang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.


Di sisi lain, beberapa warga mengaku sempat ragu sebelum datang. Namun setelah mendengar penjelasan dari petugas PMI, keraguan itu perlahan hilang. “Ternyata aman dan tidak seseram yang dibayangkan,” kata Minarti Hasan (46), warga Desa Sudimoro.


Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para pendonor saling menyemangati satu sama lain. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang datang bersama kelompok ngaji dari desanya. Semua berkumpul dengan tujuan mulia: membantu sesama.


Penyelenggara menyiapkan konsumsi sederhana bagi para pendonor agar mereka dapat memulihkan tenaga setelah proses donor darah. Langkah kecil ini menciptakan nuansa kekeluargaan yang membuat warga merasa nyaman.


Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Asngari kembali mengingatkan bahwa kegiatan donor darah ini hanyalah awal dari gerakan sosial yang lebih besar. “Kami ingin menjadikan Madin Darussalam sebagai pusat kegiatan kemanusiaan yang menyenangkan dan bermanfaat,” tegasnya optimistis.


Kegiatan donor darah di Madin Darussalam hari itu berakhir dengan banyak senyum dan harapan. Penyelenggara berharap kegiatan serupa bisa terus berlangsung secara rutin, sementara warga berharap partisipasi semakin meluas. Dari setetes darah yang mereka donorkan, tersemat doa agar kehidupan seseorang di luar sana dapat terselamatkan. (af)


×
Berita Terbaru Update