>
![]() |
| Foto bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku (Doc. Pacitansatu.com) |
Pacitansatu.com -SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku melaksanakan kegiatan penanaman bibit matoa di area sekolah pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan asri.
Penanaman dilakukan serentak oleh seluruh siswa, guru, serta pembina asrama. Mereka tersebar ke berbagai titik lahan sekolah yang telah ditentukan sebagai zona penghijauan, sehingga proses penanaman berjalan teratur dan sistematis. Kepala sekolah, Ustadz Hadi Sovi’in, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pemilihan pohon matoa bukan tanpa alasan. Ia menilai tanaman tersebut memiliki ketahanan tinggi dan memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekolah. “Matoa adalah tanaman yang cocok untuk daerah kita. Pohonnya rindang, buahnya bermanfaat, dan dapat memberikan kesejukan di sekitar sekolah,” ujar Ustadz Hadi dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa penghijauan merupakan bagian dari upaya sekolah menciptakan suasana belajar yang nyaman. Lingkungan hijau diyakini mampu mendukung kesehatan mental dan fisik siswa selama beraktivitas di sekolah. Sebelum penanaman dimulai, para siswa mendapatkan pengarahan mengenai teknik menanam pohon yang baik. Mereka diajarkan cara menggali lubang tanam, menempatkan bibit, dan memastikan tanah padat namun tidak merusak perakaran. Kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan. Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam di sekitar mereka. Ustadz Hadi menegaskan bahwa sekolah ingin membangun budaya cinta lingkungan. Ia percaya bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak usia sekolah agar nilai tersebut dapat tertanam kuat pada pribadi siswa. “Penghijauan bukan hanya kegiatan seremonial. Ini adalah tanggung jawab bersama, dan siswa harus menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan,” jelasnya. Penanaman bibit matoa juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar bekerja sama. Setiap kelompok bertanggung jawab terhadap area tertentu, termasuk memelihara tanaman setelah ditanam agar tetap tumbuh dengan baik. Selain aspek ekologis, kegiatan ini berfungsi sebagai media pengembangan karakter. Siswa belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial melalui aktivitas sederhana namun bermakna seperti merawat tanaman. Para guru menilai kegiatan penghijauan dapat memperkaya pengalaman belajar. Mereka memanfaatkan kegiatan ini sebagai contoh konkret dalam materi pelajaran terkait sains, lingkungan hidup, dan pendidikan karakter. Aktivitas di luar kelas seperti ini juga memberikan manfaat fisik bagi siswa. Mereka bergerak aktif, menggali tanah, menyiram tanaman, dan bekerja dalam kelompok sehingga kegiatan berlangsung menyenangkan sekaligus menyehatkan. Ustadz Hadi berharap bibit matoa yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan menjadi identitas hijau bagi lingkungan sekolah. Ia meyakini keberadaan pepohonan akan memberi dampak positif bagi kenyamanan dan estetika sekolah dalam jangka panjang. Dengan berakhirnya kegiatan penanaman, SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang belajar yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan sederhana ini, sekolah kembali membuktikan bahwa pendidikan lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah. (af) |



.jpg)